Kamis, 18 Juni 2026 | 01:32
NEWS

Imbas Terawan Dipecat Pemerintah Segera Ambil Alih Izin Praktik Dokter dari IDI

Imbas Terawan Dipecat Pemerintah Segera Ambil Alih Izin Praktik Dokter dari IDI
Menkumham, Yasonna Laoly

ASKARA - Pemerintah Republik Indonesia akan mengambil alih kewenangan pemberian izin praktik dokter dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Hal itu dikemukakan Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia, Yasonna Laoly, Rabu, (30/3), menanggapi hasil Muktamar ke-XXXI Ikatan Dokter Indonesia di Banda Aceh beberapa waktu lalu yang merekomendasikan pemecatan permanen dan pencabutan izin praktik mantan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Prof Dr dr Terawan Agus Putranto.

Mantan Menteri Kesehatan yang menyandang bintang tiga itu dipecat karena metoda pengobatan pasien stroke menggunakan sistem cuci otak atau dikenal Digital Subtraction Angiogram (DSA) sejak tahun 2018. 

Terawan Agus Putranto dipersalahkan pula karena memberikan suntikan Vaksin Immunoteraphy Nusantara, lewat cel dentritik di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto Jakarta, sebagai upaya menimbulkan kekebalan tubuh agar tidak mudah terpapar Corona Virus Disease-19 (Covid-19). 

Ditambahkannya, Kemenkumham segera menyusun undang-undang dan atau penyempurnaan sebuah produk undang-undang yang menggariskan izin praktik seorang dokter ditangani Pemerintah Republik Indonesia. 

"Posisi IDI harus dievaluasi. Kita harus membuat undang-undang yang menegaskan izin praktik dokter adalah ranah pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kesehatan,” kata Yassona Laoly dalam keterangan persnya. 

Yasona Laoly menyesalkan putusan IDI memberhentikan permanen mantan Menteri Kesehatan, Dokter Terawan yang merupakan seorang spesialis radiologi dari keanggotaan.

"Saya sangat menyesalkan putusan IDI, apalagi sampai memvonis tidak diizinkan melakukan praktik untuk melayani pasien,” kata Yasona Laoly. 

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu juga bercerita pengalaman ketika menerima vaksin Nusantara dari Terawan Agus Putranto.

Bahkan, Yasona Laoly mengaku tidak meragukan kredibilitas dan keahlian sang dokter itu. Sejak lama Yasona Laoly mengaku sangat berminat mendapatkan Vaksin Immunoteraphy Nusantara. 

"Saya tahu banyak pejabat tinggi negara yang sudah menerima suntikan vaksin Nusantara dari dr Terawan, serta sangat menyakini keampuhannya,” ujar Yasona Laoly. 

Yasona Laoly menceritakan pengalaman dua sahabatnya mengikuti metode Digital Subtraction Angiogram (DSA) yang dilakukan Putranto. Setelah mengikuti DSA kedua orang sahabatnya merekomendasikan agar Yasona Laoly mengikuti metode DSA. 

"Pengalaman dari dua sahabatnya serta pasien lain merupakan pengalaman empirik dan fakta," tegas Yasona.

Komentar