Jenderal Andika Murka Anak Buahnya Berbohong soal Penyerangan Posramil Gome Papua
ASKARA - Murka Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa tak dapat dibendung ketika mengetahui anak buahnya berbohong terkait insiden penyerangan Posramil Gome, Kabupaten Puncak, Papua, Kamis (27/1) lalu.
Dalam penyerangan itu, tiga anggota TNI gugur setelah ditembaki kelompok kriminal bersenjata (KKB) yakni Serda Rizal, Pratu Tupas Barazza dan Pratu Rahman.
Hal itu terungkap saat Andika rapat dengan petinggi TNI lainnya. Rapat itu membahas soal pemeriksaan secara detail kronologi penyerangan Posramil Gome, Kabupaten Puncak, Papua.
"Ternyata hasilnya berbohong. Yang terjadi bukan yang dilaporkan, yang terjadi sebenarnya disembunyikan oleh si Danki dari komandan batalyon," ujar Jenderal Andika, dikutip dari YouTube Jenderal TNI Andika Perkasa, Sabtu (19/3).
Dikatakan, aksi pembunuhan KKB ini terjadi akibat peran komandan pos yang menyepelekan tugasnya.
"Iya betul, yang melakukan tindakan pidana pembunuhan adalah kelompok bersenjata, tapi juga ada peran ini, peran penggelaran dari komandan kompi dalam hal ini komandan pos di tempat yang tidak diperhitungkan, disepelekan," ujarnya.
Lantaran itu, Jenderal langsung memerintahkan Puspom TNI untuk melakukan tindak lanjut dan proses hukum sesuai dengan bobot pelanggaran yang dilakukan.
"Saya ingin ada proses hukum terhadap danpos ini atau komandan kompi," tegasnya.
Mantan KSAD itu berharap, dengan berjalannya proses hukum agar ada pembelajaran untuk kedepannya.
Andika sempat melakukan kunjungan ke wilayah Timika, Papua atas kejadian ini untuk menyampaikan rasa duka cita yang mendalam secara langsung kepada petugas TNI yang gugur.

Komentar