Kamis, 09 Februari 2023 | 06:25
NEWS

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa Masih Layak Dipertahankan Hingga 2024

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa Masih Layak Dipertahankan Hingga 2024
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa (Ant)

ASKARA - Gerakan Nurani Kebangsaan Habib Syakur Bin Ali Mahdi Al Hamid, mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo, memperpanjang masa jabatan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa hingga tahun 2024 mendatang.

Alasannya, dalam menghadapi tahun politik 2024, tidak menutup kemungkinan bakal banyak diiringi berbagai persoalan yang berusaha merongrong persatuan dan kesatuan.

Untuk itu, dibutuhkan sosok pemersatu seperti Jenderal Andika dalam mengisi pucuk piminan TNI, karena mampu sebagai pemersatu keluarga besar TNI dan selalu hadir mengayomi masyarakat demi keutuhan NKRI.

Bahkan, selama memimpin, Andika Perkasa mampu mempersatukan semua elemen-elemen bangsa lantaran sangat mengilhami betul roh perjuangan Jenderal Besar TNI Raden Soedirman dan Jenderal TNI Raden Oerip Soemohardjo.

“Menghadapi 2024 itu sangat krusial sekali, saya yakin angkatan laut, udara, dan darat sudah sangat merasakan kesejukan kepemimpinan Bapak Andika Perkasa,” kata Habib Syakur kepada wartawan, dikutip Sabtu (26/11)

Menurut Habib Syakur, memang sesuai Pasal 53 Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, dijelaskan bahwa prajurit melaksanakan dinas keprajuritan sampai usia paling tinggi 58 tahun bagi perwira dan 53 tahun bagi bintara serta tamtama.

Sementara TNI Andika Perkasa akan berusia 58 tahun, pada 21 Desember 2022 mendatang, sehingga secara otomatis bakal purnah tugas. Namun sebagai rakyak Indonesia, ia memberikan saran agar jabatan Andika diperpanjang dengan alasan seperti yang telah diuraikan di atas demi keutuhan bangsa Indonesia ke depan.

“Sebetulnya masing-masing matra itu memenuhi, tapi dari segi kerendahan hati, Bapak Andika sangat layak dipertahankan karena kami rakyat Indonesia mengingingkan negara harus terus dijaga keutuhannya, maka diperlukan kembali kepemimpinan Andika Perkasa sampai 2024,” tutup tokoh masyarakat asal Malang, Jawa Timur tersebut.

Komentar