Ganjar Pranowo Kembali ke Desa Wadas untuk Berdialog dengan Warga, Ini Hasilnya
ASKARA - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kembali bertandang ke Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Rabu malam (9/3).
Kali ini, Ganjar menggelar dialog dengan warga yang pro dan kontra terhadap rencana penambangan batu andesit di wilayah tersebut.
Dalam dialog yang berlangsung selama hampir 2 jam itu, Ganjar mendengarkan alasan warga yang pro dan kontra. Warga yang pro penambangan meminta agar pembayaran ganti untung dipercepat sebelum Lebaran.
Sementara itu, warga kontra penambangan batu andesit yang dipimpin Baharudin dan Gus Fuad menyatakan tetap menolak menjual lahannya.
Warga Wadas bernama Fathur mengaku sakit hati karena merasa dibohongi oleh kepala desanya sendiri. Kepada Ganjar, dia bercerita kades setempat bisa menang pemilihan kepala desa karena menandatangani kontrak politik untuk menolak tambang.
"Ternyata setelah jadi kades malah pro, ini menyakiti kami, rakyat diapusi, pak. Mohon maaf yang sebenarnya, ngapusi kami bukan Pak Ganjar, tetapi kades kami sendiri," katanya dalam siaran pers yang diterima di Temanggung, Kamis (10/3).
Di akhir dialog dengan Ganjar, Gus Fuad menyampaikan permintaan agar kegiatan apa pun, baik pengukuran tanah maupun patroli polisi, bisa berhenti selama bulan puasa tahun ini.
"Agar warga bisa beribadah dengan tenang, pak gub," katanya.
Kepada dua kelompok warga tersebut, Ganjar menyampaikan komitmennya untuk terus mendampingi warga. Dia akan terus membuka ruang dialog dengan warga pro dan kontra agar tercapai solusi bersama.
"Ada banyak informasi yang baru saya dengar hari ini dari bapak atau ibu semua. Ada juga pertanyaan yang belum bisa saya jawab. Izinkan saya untuk mengklarifikasi kepada pihak-pihak terkait agar saya mendapat data sejelas-jelasnya," kata Ganjar. (ant/jpnn)

Komentar