Rabu, 17 Juni 2026 | 23:15
OPINI

Mengenal Kejamnya Ilmu Santet

Mengenal Kejamnya Ilmu Santet
Santet

Oleh : KRH Gus Ripno Waluyo, SE., SPd., S.H., C.NSP., C.CL *)

Di masa lalu ketika orang merasa teraniaya atau diperlakukan tidak adil, biasanya jalan yang ditempuh adalah melalui hukum yang berlaku atau membalas dendam secara fisik. Tetapi bagaimana jika mereka segan berurusan dengan hukum namun tidak berani secara fisik? Dalam banyak kasus mereka kemudian berpaling kepada kekuatan roh-roh jahat yang dipercaya bisa membalaskan sakit hati mereka yang biasa disebut dengan ‘Ilmu Santet’ dijelaskan oleh KRH Gus Ripno.

Bahwa ternyata budaya santet ini tidak hanya ada di Indonesia? Peradaban yang berbeda-beda di berbagai belahan dunia beserta agama atau kepercayaan masing-masing ternyata juga mengembangkan ide-ide yang mirip dengan santet meskipun tentu saja berbeda tekniknya. Apa saja budaya lain yang sekejam santet ini.

1. Bone Pointing, Australia

Budaya tenung ini berkembang di kalangan penduduk asli Australia, Aborigin. Ritual dilakukan dengan maksud mendatangkan penyakit atau bahkan kematian bagi orang yang menjadi sasaran. Sedangkan alat yang digunakan adalah sebuah tulang rusuk hewan yang telah dibacakan mantra. Tulang tersebut kemudian diarahkan ke arah korban berada sambil secara terus menerus membacakan kutukan. Dengan cara ini korban diharapkan akan tewas dalam waktu kurang dari satu bulan.

2. Roman Curse Tablets, bangsa Romawi

Pada masa kekuasaan Romawi, rupanya cukup mudah untuk menyantet seseorang. Yang dibutuhkan cuma selembar kulit binatang dan alat untuk mengukir. Jika kedua bahan tersebut telah didapatkan tinggal memikirkan kutukan apa yang akan diukir pada lembaran kulit tersebut. Setelah kata-kata kutukan telah terukir, kulit binatang tersebut kemudian ditaruh di tempat di mana dewa-dewa tinggal seperti di kuil-kuil agar cepat dikabulkan.

Baru-baru ini ketika dilakukan penggalian di reruntuhan kuil déwi Minerva di daerah Bath, Inggris, ditemukan sebanyak 130 tablet dari kulit binatang tertanam di sekitarnya. Pada tablet-tablet tersebut terukir bermacam-macam kutukan yang tidak hanya ditujukan kepada perorangan namun juga pada suku tertentu.

3. Ushi No Koku Mairi, Jepang

Nama ilmu santet ini artinya ‘kunjungan ke kuil pada waktu dini hari’. Dan seperti namanya, ritual santet harus dilakukan antara jam 1 hingga 3 malam. Tetapi sebelum melakukan ritual, pelaku santet harus mengambil bagian tubuh dari sasaran, bisa berupa sehelai rambut atau setetes noda darah..

4. Nidstang, bangsa Viking

Ilmu santet ini meskipun sekarang sudah sangat jarang dilakukan tetapi telah lama menjadi sarana dari bangsa Viking untuk membalas dendam. Sarana yang dibutuhkan untuk melakukan ritual santet ini adalah kepala kuda dan sebuah tiang sepanjang kira-kira 3 meter.

5. Voodoo, Afrika

Ilmu santet yang ini mungkin sudah akrab di telinga kita berkat banyaknya film-film horror yang mengisahkannya. Kata Voodoo berasal dari Vodun, sebuah kepercayaan kuno yang telah ada sejak ribuan tahun yang lalu di Afrika. Meskipun demikian, ritual Voodoo seperti yang kita bisa lihat sekarang dipercaya berasal dari Haiti ketika kolonisasi bangsa Eropa di Afrika dimulai.

Kepercayaan ini sangat berakar kuat pada hal-hal magis dan supranatural, karena fungsi utamanya sebenarnya adalah melindungi diri dari berbagai kekuatan gaib. Tetapi ibarat pepatah, siapa yang bisa membuat penawar racun bisa pula membuat racunnya, sehingga para dukun Voodoo juga bisa menggunakan kekuatannya untuk mengguna-gunai seseorang. Ritual Voodoo dilaksanakan dengan melakukan tarian-tarian sakral sambil membaca mantra sebelum menusuk boneka kayu dengan sebuah paku.

Di Bali kekuatan teluh desti terajana ada yang menggunakan sarana. Termasuk kayu yang dibuat mirip menyerupai bentuk manusia. Kemudian diberikan sesaji dan mantra untuk menyakiti orang yang dituju. Dan bila sekilas melirik jauh di seberang sana , maka di negeri Afrika ada juga kekuatan seperti teluh yang ada di Bali yang dinamakan dengan Voodoo.

Voodoo merupakan suatu kekuatan ilmu hitam sejenis teluh dengan menggunakan sarana boneka atau patung. Kekuatan hitam ini berkembang di daerah Afrika, dan orang awam tak ada yang tahu seberapa besar dahsyatnya serangan Voodoo tersebut. Menurut KRH GUS RIPNO , salah satu pemilik boneka Voodoo Afrika ini mengatakan bahwa ada perjanjian dengan setan di dalam ritualnya.

Kalau tingkatan Voodoo biasa darah segar yang digunakan adalah darah kucing hitam, gagak, anjing hitam, ular hitam dan semua binatang yang berwarna hitam. Saat itulah ada perjanjian dengan kekuataan setan agar bisa digunakan untuk menyakiti seseorang.

Dengan cara boneka Voodoo dipegang sedemikian rupa kemudian ditusuk menggunakan jarum sambil menyebut nama yang akan disakiti. Seketika itu juga kekuatan Voodoo akan bereaksi pada orang yang dijadikan target kekuatan ilmu hitam Voodoo. Hanya saja Voodoo yang tergolong Voodoo biasa ini tak bisa sampai membunuh orang yang dituju.

Lepas dari percaya atau tidaknya kita terhadap ilmu gaib ini, ternyata banyak macam ilmu sihir yang dapat kita jumpai dimasa lalu. Beberapa dari itu yang terkenal tersebut dikatakan sangat mengerikan dampaknya pada si penderita.

Di antara sekian banyak jenis-jenis sihir yang ada, tentu saja ada beberapa diantaranya yang sangat dikenal oleh masyarakat luas. Tidak sedikit pula yang memberikan label beberapa sihir tersebut sebagai sihir yang paling berbahaya, seram dan mematikan.

*) Tokoh Spiritualis Kota Malang, Advokat, Budayawan

 

Komentar