Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:56
NEWS

Negara Lain Sudah Nyatakan Endemi Covid-19, Bagaimana Indonesia?

Negara Lain Sudah Nyatakan Endemi Covid-19, Bagaimana Indonesia?
Ilustrasi Covid-19 (Dok Pixabay)

ASKARA - Sejumlah negara disebut sudah mulai melonggarkan restriksi dan bahkan menyebut Covid-19 sebagai endemi. 

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan, beberapa negara tersebut pada dasarnya mempertimbangkan empat aspek kesehatan di negaranya.

"Aspek pertama, puncak kasus karena Omicron sekarang ini sudah terlewati dan kasus mereka sekarang menurun," ungkap Tjandra dalam keterangannya, Minggu (20/2). 

Aspek kedua, jumlah orang yang mendapatkan vaksinasi lengkap sudah lebih dari 80 persen penduduk negara itu. 

Aspek ketiga, jumlah rakyatnya yang mendapat vaksin booster juga sudah cukup banyak.

"Aspek keempat, fasilitas pelayanan kesehatan amat siap untuk menghadapi kalau-kalau ada gejolak peningkatan kasus," kata Tjandra.

Namun demikian, kata dia, tentu tetap perlu diwaspadai kemungkinan adanya varian atau jenis baru di masa datang. Karena, bukan tidak mungkin akan mengubah kebijakan yang sudah dibuat.

Sementara itu, Pemerintah Indonesia saat ini terus mendorong laju vaksinasi Covid-19. 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pemerintah daerah untuk mempercepat vaksinasi dosis kedua dan dosis ketiga atau booster.

"Saya hanya ingin mendorong agar seluruh kabupaten/kota dan provinsi ini konsentrasi di suntikan yang kedua dan juga suntikan yang ketiga atau booster," kata Jokowi, saat memantau pelaksanaan vaksinasi melalui konferensi video, Jumat (18/2) kemarin. 

Dikatakan Jokowi, akselerasi vaksinasi ini perlu dilakukan karena capaian vaksinasi dosis kedua dan ketiga di sejumlah daerah masih relatif rendah.

"Dosis kedua dan dosis ketiga ini saya lihat masih banyak yang masih di bawah 60 persen, masih rendah," ujarnya.

Jokowi juga meminta agar pemberian vaksinasi diprioritaskan kepada kelompok masyarakat lanjut usia (lansia), yang memiliki risiko lebih besar jika terpapar Covid-19.

"Agar didahulukan yang lansia, ini penting sekali, karena dari data terakhir yang saya terima 69 persen yang meninggal karena Omicron adalah lansia yang pertama, yang kedua yang belum divaksin," tandasnya. 

Komentar