Senin, 15 Juni 2026 | 19:01
NEWS

Disebut Kepung Masjid dan Bubarkan Ibadah di Desa Wadas, Polisi: Justru Mengamankan Orang di Dalam Masjid dari Serangan

Disebut Kepung Masjid dan Bubarkan Ibadah di Desa Wadas, Polisi: Justru Mengamankan Orang di Dalam Masjid dari Serangan
Polisi di Desa Wadas (Dok Instagram @wadas_melawan)

ASKARA - Pihak kepolisian membantah telah melakukan pengepungan serta membubarkan aktivitas ibadah warga di Desa Wadas, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Selasa kemarin (8/2).

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Iqbal Alqudussy mengatakan, video yang beredar di media sosial dinarasikan secara provokatif. 

Menurut Iqbal, polisi justru berada di depan masjid untuk melakukan pengamanan dari serbuan massa.

"Polisi mengamankan yang di dalam masjid dari serbuan warga lain," ungkap Iqbal saat dikonfirmasi awak media, pada Rabu (9/2).

Iqbal juga menjelaskan, bahwa selama proses pengukuran lahan, massa yang menolak kegiatan tersebut berkumpul di depan masjid dimaksud.

Kemudian, terdapat beberapa warga yang kedapatan membawa senjata tajam (sajam). Selain itu terdapat aksi provokatif berupa pelemparan batu dari arah masjid sehingga membuat massa yang menyetujui kegiatan pengukuran itu mengejar.

"Massa pro mengejar dan ada yang lari ke dalam masjid pakai celana pendek juga. Lihat videonya, polisi membelakangi masjid, polisi justru mengamankan orang di dalam masjid dari serangan massa pro yang kejar massa kontra," terangnya.

Iqbal juga menbantah ada upaya kepolisian masuk ke rumah warga secara asal untuk melakukan penangkapan. Ditegaskan, tindakan penangkapan yang dilakukan terhadap sejumlah warga di Desa Wadas sudah sesuai prosedur.

"Ada provokasi. Saat akan diamankan mereka lari ke rumah penduduk," ucap Iqbal.

Untuk diketahui, aparat kepolisian datang ke Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Selasa (8/2) pagi untuk mengawal tim pengukur lahan penambangan batuan andesit. 

Sebanyak 23 orang ditangkap selama proses pengukuran lahan untuk pembangunan proyek Bendungan Bener di Desa Wadas tersebut. Menurut Iqbal, puluhan orang itu diamankan lantaran bertindak anarkis dan menghalangi petugas.

"Ada 23 orang yang diamankan dan langsung dibawa ke Polsek Bener untuk dilakukan interogasi," kata Iqbal kepada wartawan, Selasa (8/2).

Komentar