Nenek 89 Tahun Dibui Empat Tahun Karena Terlalu "Mengasihi" Suaminya
Oleh: Mang Ucup *)
Kisah nyata yang terjadi di Amsterdam – Belanda! 68 tahun yang lampau pada saat mereka menikah pasangan Antonia dan Bieshaar telah berjanji untuk berbagi suka maupun duka.
Dan dalam keadaan apapun juga mereka tidak ingin berpisah lagi. Pada saat istrinya jatuh sakit akibat ditabrak kendaraan, sehingga ia tidak bisa jalan selama tiga bulan.
Suaminya mengajukan permohonan berhenti kerja. Agar ia bisa bantu istrinya secara full time di rumah.
Ia begitu mengasihi istrinya sehingga ia tidak ingin meninggalkan istrinya sendirian di rumah. Hal ini terjadi 30 tahun yang lampau.
Namun sejak dua tahun terakhir hal kebalikannya yang terjadi. Dimana Nenek Antonia yang harus bantu suaminya Bieshaar yang telah berusia 88 tahun.
Maklum suaminya Nenek Antonia sudah lumpuh total. Sehingga makan pun harus disuapin disamping itu ia juga sering buang air di tempat tidur.
Namun sang istri tidak pernah mengeluh ia melayani suaminya dengan penuh rasa kasih dari pagi sampai malam terus menerus tanpa mengenal rasa lelah. Dan tanpa dibantu entah oleh siapapun juga, karena mereka tidak punya anak.
Akhir-akhir ini istrinya sendiri jatuh sakit, bahkan jalan pun sudah tertatih-tatih. Maklum usia Nenek Antonia sekarang ini sudah mencapai 89 tahun.
Sang istri begitu menyayangi suaminya, sehingga setiap hari ia berdoa dengan air mata turun berlinang kepada Tuhan agar mereka segera dijemput untuk pulang ke Alam Baka.
Maklum ia sudah merasa tidak tega lagi melihat penderitaan suaminya. Sayangnya doa ini tidak pernah dikabulkan.
Di satu pihak Nenek Antonia sudah tidak mampu lagi, karena ia sendiri sudah sakit dan juga sudah tua renta. Jangankan untuk bisa bantu suaminya jalan pun ia sudah tidak bisa lagi.
Hal inilah yang membuat Nenek Antonia menjadi nekad. Dimana ia membunuh mati suaminya yang terkasih dengan pisau dapur. Ia membunuh suaminya dalam keadaan panik maupun khawatir.
Ia tidak mau meninggalkan suaminya sendirian dalam keadaan sakit, karena tidak ada yang bisa dan mau merawatnya lagi. Oleh sebab itulah ia merencanakan setelah membunuh suaminya.
Ia sendiri mau bunuh diri mengikuti suaminya. Namun hal ini tidak mampu ia laksanakan lagi, karena ia sendiri sudah begitu tua dan lemah.
Setelah kejadian tersebut Nenek Antonia menelpon Polisi dengan penuh rasa penyesalan dan suara yang terbata-bata sambil mengangis sedih sekali. Dimana ia mengaku telah membunuh suaminya yang terkasih.
Nenek Antonia membunuh suaminya, karena ia tidak mau suaminya harus hidup terlantar sendirian. Tanpa ada yang bisa dan mau yang mengurus suaminya lagi. Maklum ia sendiri sudah terlalu tua, lemah dan sakit untuk bisa mengurus suaminya lebih lanjut. Kejadian ini terjadi pada bulan Januari 2015.
Beberapa bulan kemudian pengadilan negeri Belanda di Amsterdam telah menjatuhkan vonis hukuman penjara empat tahun kepada Nenek Antonia (89 th), karena terbuktikan membunuh suaminya.
Bagaimana pendapat anda? Apabila anda harus memutuskan untuk kasus seperti ini? Apakah anda juga akan memberikan vonis hukuman empat tahun penjara kepada Nenek Antonia yang telah membunuh suaminya karena di dorong oleh rasa kasih? Please mohon petromaksnya. Terima kasih.
*) Menetap di Amstedam, Belanda

Komentar