Senin, 17 Januari 2022 | 13:21
NEWS

Orasi Ilmiah Terawan: Kesehatan Militer Bagian Pertahanan Negara dan Vaksin Nusantara

Orasi Ilmiah Terawan: Kesehatan Militer Bagian Pertahanan Negara dan Vaksin Nusantara
Pengukuhan Terawan sebagai Profesor Kehormatan Unhan (Dok Askara)

ASKARA - Mantan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto dikukuhkan sebagai Profesor Kehormatan Ilmu Pertahanan Bidang Kesehatan Militer, Rabu (12/1).

Terawan pun resmi menjabat Guru Besar Tidak Tetap Fakultas Manajemen Pertahanan Universitas Pertahanan (Unhan).

Saat pengukuhan, Terawan menyampaikan Orasi Ilmiah yang berjudul 'Peran Kesehatan Militer Mendukung Ketahanan Kesehatan Nasional'.

Menurutnya, semakin maju perkembangan ilmu dan teknologi membuat tantangan yang dihadapi Indonesia semakin kompleks. Tak cuma di bidang militer tapi juga pada bidang non militer, bahkan gabungan keduanya.

"Kesehatan militer merupakan bagian dari sistem pertahanan negara dalam menghadapi tantangan tersebut," ujar Terawan.

Dalam mengemban tugas pokok TNI, terutama dalam menegakkan kedaulatan, menciptakan perdamaian serta mempertahankan NKRI, diperlukan strategi militer yang bersifat komprehensif baik itu Strategi Operasi Militer Perang (OMP) dan Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

"Kesehatan militer tentu merupakan bagian dari strategi militer yang dipergunakan untuk menjaga serta memajukan Indonesia tercinta," kata sarjana Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada ini.

Terawan, yang memilih menjadi perwira karir TNI pada 1989 ini menjelaskan, kemajuan ilmu medis saat ini diawali dengan kemajuan kesehatan militer yang terjadi pada saat perang saudara di Amerika Serikat. Hal ini berlandaskan sistem kerja yang terorganisir dan memiliki strategi.

Kesehatan militer berpengaruh pada ketahanan kesehatan global dan nasional. Hal ini dapat dilihat saat pandemi Covid-19 yang berlangsung saat ini, di mana virus Corona telah menurunkan kesiap-siagaan militer.

"Virus itu mampu menurunkan kemampuan negara-negara untuk maju dan menjadi sebuah ancaman keamanan nasional," ujar dokter yang mengambil spesialisasi Radiologi Intervensi di Universitas Airlangga ini.

Dikatakannya, baik pandemi maupun perang adalah peristiwa yang memiliki konsekuensi biologis, politik dan sosial. Virus corona mengingatkan semua negara bahwa peperangan di abad ke-21 telah berubah dan menempatkan kesehatan militer pada dimensi lain, yaitu bagian terdepan dan terpenting. 

Pertarungan melawan virus memberikan peluang untuk mengkaji ulang doktrik, praktik serta kebijakan militer yang ada.

Lulusan S3 Universitas Hasanuddin ini menjelaskan, salah satu alasan kesehatan militer dipanggil untuk menanggapi pandemi Covid-19 adalah karena militer memiliki keunggulan yaitu sistem penanganan kesehatan terintegrasi yang siap digunakan. 

Sistem kesehatan ini memiliki keunggulan dalam menanggapi pandemi berupa gelar cepat struktur kesehatan, jaringan dan keahlian logistik serta personel yang terlatih dan siap digerakkan untuk menangani krisis kesehatan yang kompleks baik dalam skala besar dan kecil.

Di ujung orasi ilmiahnya, Terawan mengungkit tentang kemandirian dan kedaulatan vaksin di Indonesia untuk mengatasi Pandemi Covid-19. Dalam hal ini, Terawan menyampaikan tentang pengembangan Vaksin Nusantara alias Vaknus yang dilakukan tim peneliti di bawah komandonya. 

Vaksin berbasis sel dendritik adalah salah satu metode vaksin yang tergolong baru dikembangkan. Vaksin Nusantara dibuat dari sel yang berasal dari tubuh sendiri atau autolog sehingga efek sampingnya minimal.

Aplikasi sel dendritik sebagai pemicu imunitas sebagian besar dikembangkan sebagai imunoterapi keganasan, seperti kanker pankreas dan kanker paru. Dari rangkaian penelitian, sel dendritik dapat memicu respons imun seluler terutama melalui sel T CD8+. 

Metode ini aman dan tidak menimbulkan efek samping yang berat. Kejadian tidak diinginkan pun terbatas pada reaksi lokal dan sistemik ringan seperti nyeri pada bekas injeksi. 

Tidak terdapat kejadian tidak diinginkan serius yang dihubungkan dengan penggunaan vaksin sel dendritik. Uji klinis fase I dan II juga menunjukkan hal serupa.

"Keberhasilan pembuatan Vaksin Nusantara akan berkontribusi menyelamatkan banyak nyawa rakyat Indonesia. Keberhasilan ini juga menjadi kebanggaan kita bersama sebagai vaksin yang dibuat dan diproduksi di dalam negeri," kata Terawan.

Sebelumnya, pengukuhan Terawan sebagai Profesor Kehormatan dilakukan melalui sidang senat terbuka yang dipimpin Ketua Senat Akademik Unhan, Laksamana Madya TNI Prof Dr Amarulla Octavian secara daring di Kampus Bela Negara Sentul, Jawa Barat, Rabu (12/1). 

"Terhitung mulai tanggal 10 Januari 2022 menganugerahkan gelar kehormatan atau Guru Besar Tidak Tetap di bidang Kesehatan Militer Universitas Pertahanan RI kepada Letjen TNI Purn Dr dr Terawan Agus Putranto SpRad," bunyi surat keputusan Rektor Unhan, Laksamana Madya TNI Amarulla Octavian yang dibacakan oleh sekretaris senat akademik Unhan. 

Dalam surat keputusan itu, Amarulla memberikan hak dan kewajiban kepada penggagas Vaksin Nusantara itu sebagai profesor kehormatan sesuai peraturan Undang-undang. 

Selain itu, Terawan juga diwajibkan tunduk dan taat pada peraturan berlaku dan harus mengembangkan ilmu pertahanan.

Apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan, keputusan pemberian gelar akan diadakan pembetulan sebagaimana mestinya.

"Keputusan ini disampaikan kepada yang bersangkutan untuk digunakan sebagaimana mestinya. Ditetapkan di Bogor, 10 Januari 2022. Rektor Unhan Prof Doktor Insinyur Amarullah Oktavian," ujarnya.

Komentar