Nyaris Seribu Warga Mengungsi dan 9 Kecamatan Terdampak Letusan Gunung Semeru
ASKARA - Sebanyak 902 orang terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman akibat erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Sabtu kemarin (4/12).
Delapan kecamatan dan sejumlah desa di Kabupaten Lumajang dilaporkan terdampak akibat letusan gunung di Jawa Timur tersebut.
Data resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sebanyak 305 orang mengungsi di beberapa fasilitas dan balai desa di Kecamatan Pronojiwo.
Rinciannya, sekira 80 orang mengungsi di SDN Supiturang, Masjid Baitul Jadid Dusun Sapiturang (50 orang), SDN Oro-oro Ombo (20 orang), SDN Oro-oro Ombo (35 orang), Masjid Permukiman Dusun Kampung Renteng Desa Oro-oro Ombo (20 orang), Balai Desa Oro-Oro Ombo (40 orang), Balai Desa Sumberurip (25 orang), dan SDN Sumberurip 2 (25 orang).
Sebagian warga mengungsi ke rumah keluarganya di sekitar ketinggian Dusun Kampung Renteng dan Dusun Sumberbulus, Desa Oro-Oro Ombo.
Total 409 warga juga mengungsi di lima titik balai desa di Kecamatan Candipuro. Rinciannya, Balai desa Sumberwuluh, Balai desa Penanggal, Balai desa Sumbermujur, Dusun Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh, Dusun Kajarkuning, dan Desa Sumberwuluh.
Sebanyak 188 orang mengungsi di empat titik yang terdiri dari rumah ibadah dan balai desa di Kecamatan Pasirian. Rinciannya, Balai desa Condro, Balai desa Pasirian, Masjid Baiturahman Pasirian, Masjid Nurul Huda Alon² Pasirian.
Sementara itu, sebanyak empat kecamatan dan sejumlah desa yang terdampak antara lain, Kecamatan Tirtoyudo pada Desa Purwodadi dan Desa Gadungsari, Pagelaran pada Desam Clumprit, Wajak pada Desa Bambang, dan Kepanjen pada Desa Panggungrejo dan Mojosari.
Begitu pula empat kecamatan lain yang terdampak yakni, Ampelgading pada Desa Argoyuwono, Dampit pada Kelurahan Dampit, Bantur pada Desa Bantur dan Rejosari, dan Turen pada Desa Talok.

Komentar