Senin, 15 Juni 2026 | 20:27
NEWS

Menyongsong Kota Kembar Magelang-Tula, Dubes RI untuk Rusia Harap Ada Kerja Sama dengan Moskow

Menyongsong Kota Kembar Magelang-Tula, Dubes RI untuk Rusia Harap Ada Kerja Sama dengan Moskow
Dubes Jose Tavares (Dok Istimewa)

ASKARA - Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, Jose Tavares, menyampaikan kuliah umum dengan tema "Hubungan Indonesia-Rusia: Menyongsong Kerja Sama Kota Kembar Magelang-Tula” secara daring bekerja sama dengan Pemerintah Kota Magelang dan Universitas Tidar Magelang, Selasa (16/11). 

Wali Kota Magelang, Muchamad Nur Aziz mengapresiasi rencana pembentukan Kota Kembar Magelang-Tula (Mantul) yang digagas Dubes Tavares. Nur Azis juga berharap KBRI Moskow dapat terus memfasilitasi terwujudnya kerja sama kedua kota tersebut. 

"Dengan kerja sama Kota Kembar 'Mantul' diharapkan Kota Magelang dapat mewujudkan visi sebagai kota jasa yang modern dan cerdas yang dilandasi masyarakat yang sejahtera dan religius,” harap Nur Aziz.

Rektor Universitas Tidar, Prof Dr Mukh Arifin menyampaikan harapan agar kerja sama internasional akan membuat Universitas Tidar menjadi universitas unggul dalam bidang kewirausahaan berbasis sumber daya dan kearifan lokal. 

“Rintisan kerja sama Kota Kembar 'Mantul' ini sangat strategis dalam rangka membuka peluang generasi muda menjalin kerja sama dengan negara lain,” katanya.

Dalam kuliah umumnya, Dubes Tavares menyampaikan hal-hal berkaitan dengan pilar kerja sama yang akan dikembangkan melalui rencana Kota Kembar 'Mantul' yakni pendidikan (education), perdagangan dan UMKM (trade and MSME's), pemuda dan kebudayaan (youth and culture), pariwisata (tourism), dan kota pintar (smart city). 

Selain itu, Dubes Tavares juga menjelaskan tentang situasi Rusia terkini, hubungan bilateral Indonesia-Rusia, prospek perdagangan Indonesia-Rusia dan prospek kerja sama Magelang-Tula serta Universitas Tidar-Universitas Tula.

"Rusia merupakan negara yang tidak familiar di masyarakat Indonesia namun mempunyai potensi kerja sama perdagangan, investasi, pariwisata, pendidikan dan teknologi yang sangat tinggi untuk digarap. Masih jarang sekali dijumpai barang Indonesia di pasar maupun supermarket Rusia," ungkap Dubes Tavares. 

Dijelaskan, sejak bubarnya Uni Soviet tahun 1991, Rusia bukan lagi negara komunis. Di bidang ekonomi, Rusia menduduki peringkat 11 ekonomi dunia dengan GDP 1,7 triliun USD atau perkapita USD 11,240. Rusia juga merupakan kekuatan militer global.

"Dalam perdagangan, KBRI Moskow meneliti terdapat 21 jenis produk potensial yang dapat dijual di Rusia mulai dari pakaian, alas kaki, peralatan rumah tangga, sampai dengan barang-barang elektronik. Dari segi komoditi, kelapa sawit, teh, kopi, karet, cokelat, buah tropis, produk perikanan, dan farmasi adalah jalan masuk bagi produk Indonesia ke pasar Rusia," jelas Dubes Tavares.

Selain itu, wisatawan Rusia juga tidak sedikit yang berkunjung ke Indonesia. Pada tahun 2019, kunjungan wisman Rusia ke Indonesia mencapai 158.943 orang dengan rata-rata menghabiskan USD 2.000 dengan jangka waktu kunjungan selama 2 minggu di tujuan wisata.

"Oleh karena itu, penting untuk memiliki kerja sama dengan pemerintah setempat di Rusia, untuk dapat masuk ke Rusia dan bertemu kolega bisnis potensial Rusia yang dapat diajak kerja sama," tutur Dubes Tavares. 

Berkaca pada dinamika hubungan bilateral yang ada, Dubes Tavares optimistis pembentukan kerja sama Kota Kembar 'Mantul' dapat mendongkrak peningkatan kerja sama kedua negara. 

“Dengan Rusia, saat ini baru Jakarta dan Moskow yang memiliki kerja sama kota kembar, diharapkan Kota Magelang menjadi yang kedua untuk dapat berkerja sama dengan Kota Tula,” ujar Dubes Tavares. 

Para peserta kuliah umum adalah mahasiswa dan civitas akademika Universitas Tidar, ASN pada kantor Pemerintah Kota Magelang dan perwakilan berbagai unsur masyarakat Kota Magelang. Seluruh peserta yang hadir sangat antusias dan berpartisipasi aktif dalam sesi tanya jawab.

Pandu Java, mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Tidar menyampaikan, aspirasi unsur mahasiswa Magelang agar melalui rencana pengembangan kerja sama Kota Kembar 'Mantul' membuka kesempatan mahasiswa Magelang khususnya Universitas Tidar untuk menjadi mahasiswa global. 

"Saya menantikan agar melalui kerja sama Kota Kembar 'Mantul', mahasiswa Universitas Tidar diberikan akses untuk mengikuti program pertukaran mahasiswa dan mengambil mata kuliah di Universitas Tula," ungkap Pandu dalam sesi diskusi dengan Dubes Tavares dan Rektor Universitas Tidar.

Harapan lainnya disampaikan Wikan Kanugroho, Kabid Teknologi dan Informatika, Diskominsta Kota Magelang. 

"Para ASN Pemerintah Kota Magelang berharap agar pilar kerja sama Kota Kembar 'Mantul' dapat mengakomodir kerja sama pengembangan kapasitas SDM ASN Pemerintah Kota Magelang dan kerja sama alih teknologi TIK dan Smart City antara kedua kota," ujar Wikan dalam sesi tanya jawab dengan Dubes Tavares dan Wali Kota Magelang.

Kuliah umum dihadiri 1,350 orang peserta yang mengikuti melalui platfom online konferensi video zoom dan 500 orang peserta melalui live streaming pada channel Youtube Universitas Tidar.

Komentar