Sabtu, 27 November 2021 | 12:43
NEWS

PON XX Papua Ditutup, Wapres: Ini PON Tersulit Sepanjang Sejarah Tapi Lancar

PON XX Papua Ditutup, Wapres: Ini PON Tersulit Sepanjang Sejarah Tapi Lancar
Wapres Ma'ruf Amin resmi menutup PON XX Papua di Stadion Lukas Enembe, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat (15/10).

ASKARA - Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin menyebutkan penyelenggan PON XX Papua 2021 sebagai yang tersulit sepanjang sejarah. Meski begitu, PON XX Papua 2021 akhirnya bisa terlaksana dengan baik dan lancar dan Torang Bisa.

Wapres Ma’ruf Amin secara resmi menutup perhelatan PON XX Papua, di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat (15/10/2021) malam.
Menurut Maruf Amin, ada beberapa hal yang membuat penyelenggaraan PON XX Papua tidak mudah. Pertama, pembangunan infrastruktur olahraga yang sangat masif dengan standar dan kualitas internasional.

Kedua, kata Wapres, lokasi penyelenggaraan atau venue sangat tersebar di Papua. PON XX Papua 2021, diketahui digelar di Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura, Kabupaten Mimika, dan Merauke.

“Jarak antara satu venue dengan yang lain merupakan yang terjauh yang pernah ada dalam penyelenggaraan PON selama ini,” ujar Maruf Amin saat menutup PON XX di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Jumat (15/10).

Dan ketiga, PON XX ini diselenggarakan dalam kondisi pandemi Covid-19. Hal ini menuntut kerja ekstra dengan pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat.

“Bagi saya, ini merupakan PON tersulit yang bisa diselenggarakan,” jelas Maruf Amin.

Meskipun sulit, Maruf menilai, Papua berhasil sukses menggelar event olahraga nasional ini. Hal ini sebagaimana semboyan PON, yakni Torang Bisa.

Tapi ternyata, warga Papua bukan saja mampu menyelenggarakannya, tapi ternyata warga Papua berhasil menyelenggarakannya dengan sempurna. Ini sesuai dengan semboyan Torang Bisa! Torang bisa bukan hanya semboyan, tetapi nyata dan terbukti,” jelas Maruf Amin.

Jabar Juara Umum

Pada PON XX, kontingen Jawa Barat (Jabar) meraih gelar juara umum dan mempertahankan kedudukan sebagai juara bertahan dengan koleksi 133 medali emas, 105 medali perak, dan 115 perunggu.

Kontingen DKI Jakarta menempati posisi kedua dengan perolehan 110 medali emas, 91 medali perak, dan 100 perunggu. Posisi ketiga ditempati tim Jawa Timur yang mengumpulkan 110 emas, 89 perak, dan 88 perunggu.

Sementara, tim tuan rumah Papua mengoleksi 93 medali emas, 66 medali perak, dan 102 perunggu. Tim Papua menempati posisi keempat. 

Komentar