Sidang Raya FABC XII Resmi Dibuka, Uskup Asia Berdoa untuk Perdamaian
ASKARA - Sidang Raya (Plenary Assembly) ke-12 Federation of Asian Bishops' Conferences (FABC) resmi dibuka melalui Perayaan Ekaristi di Jakarta, Selasa (21/7/2026). Misa pembukaan menjadi awal perjalanan rohani sekaligus proses sinodal yang akan mempertemukan lebih dari 120 kardinal dan uskup dari berbagai negara di Asia hingga 26 Juli 2026.
Perayaan Ekaristi berlangsung khidmat dan dihadiri para uskup, imam, biarawan-biarawati, serta tamu undangan dari berbagai negara. Misa pembukaan menandai dimulainya Sidang Raya FABC XII yang mengangkat tema "The Call to Synodal Conversion and the Mission to Be Bridges and Bridge-Builders in Asia" atau "Panggilan kepada Pertobatan Sinodal dan Misi Menjadi Jembatan serta Pembangun Jembatan di Asia."
Melalui tema tersebut, para peserta diajak memperkuat semangat pertobatan sinodal sekaligus membangun budaya dialog, rekonsiliasi, dan persaudaraan di tengah keberagaman budaya, agama, bahasa, dan suku bangsa di Asia.
Juru Bicara FABC XII sekaligus Uskup San Pablo, Filipina, Bishop Marcelino Antonio "Junie" Malabanan Maralit Jr., mengatakan Sidang Raya ini bukan sekadar pertemuan para uskup, melainkan momentum bersama untuk mendengarkan tuntunan Roh Kudus dalam menentukan arah pelayanan Gereja Katolik di Asia.
"Sidang Raya ini menjadi kesempatan bagi Gereja di Asia untuk berdoa, berdialog, dan bersama-sama mencari cara baru menghadirkan Injil di tengah dinamika masyarakat Asia yang terus berubah," ujarnya.
Selama sepekan ke depan, para peserta akan mengikuti rangkaian doa bersama, perayaan Ekaristi, refleksi rohani, sidang pleno, diskusi regional, hingga Conversation in the Spirit, sebuah metode dialog yang menekankan sikap saling mendengarkan dalam semangat sinodal.
Sidang Raya FABC XII juga diharapkan menghasilkan dua dokumen penting, yakni Dokumen Akhir sebagai panduan pastoral Gereja di Asia mengenai sinodalitas serta pesan resmi kepada umat Katolik Asia untuk terus membangun semangat persaudaraan, partisipasi, dan misi pelayanan.
Forum ini diikuti para kardinal dan uskup dari 22 konferensi waligereja serta yurisdiksi gerejawi di Asia, termasuk Indonesia, Filipina, India, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Timor-Leste, Bangladesh, Pakistan, Sri Lanka, Myanmar, Hong Kong, Makau, Nepal, Asia Tengah, serta Gereja Katolik ritus Timur.
Sejumlah agenda penting turut mewarnai Sidang Raya, di antaranya rekoleksi yang dipimpin Kardinal Luis Antonio Tagle, paparan Kardinal Mario Grech mengenai implementasi Sinode Gereja, serta pesan video dari Paus Leo XIV kepada seluruh peserta.
Sebagai penutup Sidang Raya pada 26 Juli mendatang, para peserta dijadwalkan mengikuti Misa Penutupan di Gereja Katedral Jakarta, kemudian mengunjungi Masjid Istiqlal melalui Terowongan Silaturahmi sebagai simbol kuat kerukunan antarumat beragama yang menjadi kebanggaan Indonesia di mata dunia.
Penyelenggaraan Sidang Raya FABC XII di Jakarta sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai contoh hidup harmoni dalam keberagaman, sekaligus memperlihatkan komitmen Gereja Katolik Asia untuk terus menjadi jembatan perdamaian, dialog, dan persaudaraan bagi seluruh masyarakat Asia.

Komentar