Rabu, 20 Oktober 2021 | 07:30
COMMUNITY

76 Tahun Indonesia Merdeka dalam Warna dan Nuansa

76 Tahun Indonesia Merdeka dalam Warna dan Nuansa
Sonny, pelukis asal Blitar (Dok Rio NS)

ASKARA - Apa yang bisa kita berikan pada negara? Atau, di sisi lain, apa yang bisa kita dapatkan dari negara? Pertanyaan klasik yang pernah diungkapkan oleh Presiden Amerika John F Kennedy ini mencuat kembali di tengah perayaan 76 tahun kemerdekaan Republik Indonesia.

Namun seperti sengaja menghindar dari cuitan kontroversial itu, Sonny Yuliono, seorang perupa Blitar memilih untuk menuangkan apa yang berkecamuk di lumbung rasa, karsa dan ciptanya ke dalam sebuah karya seni rupa.

Mengambil tempat di sisi barat Istana Gebang, Sonny menggelar kanvas berukuran 242.7 sentimeter x 150 sentimeter, Senin (16/8) kemarin. Beberapa kaleng cat acrylic, kuas dan kanvas serta selembar alas yang digelar seadanya sudah disiapkan sejak pagi.

Menjelang pukul 14.00 WIB, sejumlah ritual penguatan diri dilakukan, dupa dinyalakan. Tepat jam 14.00 WIB, kanvas putih mulai dilumuri warna-warna tegas menyala. Batas nyata antar bidang kian terbaca dan figur serta pesan semakin verbal terasa.

Sony, perupa asli kota Blitar yang buah ciptanya berdiri tegak dalam bentuk patung Bung Karno di Jalan Ahmad Yani, Kota Blitar itu menegaskan bahwa judul dan makna sesungguhnya lukisan yang dibuatnya ini diserahkan kepada siapa saja penikmatnya. Meski sejak awal menyusun ide ia sudah punya konsep yang jelas namun judul lukisan tetap disembunyikan di relung kreatifitasnya.

Pelukis yang pernah tercatat di MURI karena berhasil melukis 114 wajah Bung Karno dalam satu bingkai ini mengakhiri rangkaian proses melukisnya di jam 17.30 WIB. 

Ketika rembang petang berganti hitam malam dan dalam hitungan Jawa, Indonesia memasuki usia penuh syukurnya. 76 tahun merdeka dalam gebalau pandemi yang masih belum jelas jawaban atas tanya bilakah sirna? 

Komentar