Rabu, 17 Juni 2026 | 18:11
COMMUNITY

PMBN Ikut Peringatan Malam 1 Suro di Keraton Surakarta Hadiningrat

PMBN Ikut Peringatan Malam 1 Suro di Keraton Surakarta Hadiningrat
Paguyuban Mataram Binangun Nuswantoro (PMBN) turut berpartisipasi dalam peringatan Malam 1 Suro Tahun Baru Jawa (Dok PMBN)

ASKARA - Paguyuban Mataram Binangun Nuswantoro (PMBN) turut berpartisipasi dalam peringatan Malam 1 Suro Tahun Baru Jawa yang digelar di Keraton Surakarta Hadiningrat, Selasa (16/6/2026). Momentum sakral yang menjadi bagian dari tradisi budaya Jawa tersebut berlangsung khidmat dan diikuti ribuan abdi dalem, masyarakat, serta berbagai elemen pelestari budaya dari berbagai daerah.

Keikutsertaan PMBN dalam peringatan Malam 1 Suro merupakan bentuk komitmen organisasi dalam menjaga, melestarikan, serta menghidupkan nilai-nilai budaya dan tradisi luhur warisan Mataram yang menjadi bagian penting dari identitas bangsa Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut, hadir Ketua Dewan Pembina PMBN Drs. KGPH Adp Panembahan Dipokusumo, M.Si., Ketua Dewan Pengawas PMBN H. KRMP. Sunardi, S.K., S.E., M.M., Ketua Umum PMBN KRAy Febri Haryu Apsari Dipokusumo, S.Sos., Wakil Ketua Umum KMAy Sri Rachmawati Condroningrum, Sekretaris Umum Eko Veridianto, S.E., Bendahara Umum Heri Purwanti, S.M., serta sejumlah pengurus dan anggota paguyuban dari berbagai wilayah di Indonesia.

Rangkaian prosesi yang diselenggarakan Keraton Surakarta Hadiningrat berlangsung dengan penuh kekhidmatan. Bagi masyarakat Jawa, Malam 1 Suro memiliki makna mendalam sebagai momentum refleksi dan introspeksi diri, sekaligus mempererat hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam semesta.

Ketua Dewan Pengawas PMBN, H. KRMP. Sunardi, mengatakan nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam tradisi Jawa masih sangat relevan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurutnya, semangat persaudaraan, kerukunan, serta penghormatan terhadap warisan leluhur merupakan modal sosial yang sangat penting dalam memperkuat persatuan nasional.

"Tradisi yang diwariskan para leluhur mengandung nilai-nilai luhur yang dapat menjadi perekat kebangsaan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia," ujarnya.

Selain sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi, kehadiran PMBN dalam peringatan Malam 1 Suro juga menjadi ajang silaturahmi antaranggota paguyuban dari berbagai daerah. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat tekad bersama dalam menjaga dan mengembangkan khazanah budaya Nusantara di tengah arus modernisasi yang terus berkembang.

Melalui partisipasinya dalam peringatan Malam 1 Suro di Keraton Surakarta Hadiningrat, PMBN berharap nilai-nilai budaya dan filosofi Jawa dapat terus diwariskan kepada generasi penerus sebagai bagian dari kekayaan budaya Nusantara yang perlu dijaga dan dilestarikan bersama.

 

Komentar