PMBN Kukuhkan Ketua DPW Banyumas Raya dan Buton di Kawasan Keraton Solo
ASKARA - Ketua Umum Paguyuban Mataram Binangun Nuswantoro (PMBN), KRAy Febri Haryu Apsari Dipokusumo, S.Sos., secara resmi mengesahkan kepengurusan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PMBN Banyumas Raya dan DPW PMBN Buton dalam sebuah prosesi yang berlangsung di kediaman KGPH Adipati Dipokusumo, M.Si., di kawasan Keraton Sasono Mulyo, Baluwarti, Solo, Rabu (17/6/2026).
Dalam kesempatan tersebut, R.Ngt Arini Sanjaya, S.E. dikukuhkan sebagai Ketua DPW PMBN Banyumas Raya, sedangkan Waode Sitti Rasdiana Suri, Spd, Gr dipercaya memimpin DPW PMBN Buton.
Prosesi pengesahan berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah pengurus pusat PMBN, antara lain anggota Dewan Pusat PMBN Arie Ashari serta Sekretaris Jenderal PMBN Eko Veridianto, S.E. Hadir pula P. Suherman yang membidangi sosial pada DPW PMBN Banyumas Raya.
Pengukuhan kepengurusan PMBN Buton memiliki makna tersendiri karena dipimpin oleh Waode Sitti yang merupakan putri dari Raja Buton ke-37, Laode Muhammad Hammidi. Kehadirannya turut memperkuat ikatan sejarah dan budaya antara trah Kesultanan Buton dengan nilai-nilai pelestarian budaya yang diusung PMBN.
Selain itu, acara tersebut juga dihadiri perwakilan trah Kesultanan Buton ke-17 dari kalangan bangsawan Laode dari Walaka, yang semakin memperkaya nuansa kebangsawanan dan kearifan budaya Nusantara dalam pertemuan tersebut.
Ketua DPW Banyumas Raya R.Ngt Arini berharap dengan pengukuhan kepengurusan baru di daerah dapat semakin memperkuat eksistensi organisasi dalam menjaga, melestarikan, serta mengembangkan warisan budaya Nusantara.
Menurutnya, PMBN tidak hanya menjadi wadah silaturahmi para keturunan dan pemerhati budaya, tetapi juga memiliki peran strategis dalam memperkuat persatuan serta nilai-nilai kebangsaan yang berakar dari kearifan tradisi leluhur.
Dengan bertambahnya kepengurusan di berbagai daerah, PMBN diharapkan mampu memperluas jaringan pelestarian budaya sekaligus membangun sinergi antardaerah dalam menjaga kekayaan warisan Nusantara bagi generasi mendatang.

Komentar