Kamis, 25 Juli 2024 | 07:07
NEWS

Terbukti, Stok dan Harga Cabai-Bawang Pasca Idul Fitri Aman

Terbukti, Stok dan Harga Cabai-Bawang Pasca Idul Fitri Aman
Ilustrasi. (Dok. Republika)

ASKARA - Kementerian Pertanian di bawah komando Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo berhasil mengendalikan pasokan dan harga 11 komoditas pangan strategis jelang hingga pasca Idul Fitri 1442 H. 

Termasuk pada komoditas aneka cabai dan bawang merah yang tidak bergejolak pada Lebaran tahun ini.

Bukan hal yang asing jika harga kedua komoditas hortikultura itu selalu pedas jelang Lebaran. Namun tahun ini lain cerita. Stok cukup dan harga stabil, bahkan Harga di Pasar Induk Kramat Jati berangsur turun sejak tiga hari jelang Lebaran hingga Senin (17/5) kemarin.

Harga cabai merah keriting pada H-3 lebaran Rp 35 ribu menjadi Rp 30 ribu pada H-1 dan terus turun hingga Rp 20 ribu pada H+4 Lebaran. Hal yang sama juga terjadi pada cabai merah besar yang mulanya Rp 50 ribu per kilogram turun menjadi Rp 35 ribu per kilogram hingga Rp 25 ribu per kilogram. Cabai rawit merah pun demikian, sempat menyentuh Rp 50 ribu per kilogram pada H-3 namun kembali turun menjadi Rp 40 ribu per kilogram pada H-1 dan Rp 33 ribu per kilogram pasca Lebaran.

Cerita yang sama pada komoditas bawang merah dan bawang putih yang harganya cenderung lebih stabil jelang hingga pasca Lebaran. Harga bawang merah pada kisaran Rp 20-23 ribu per kilogram dan bawang putih Rp 18-19 ribu per kilogram.

Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto menyampaikan bahwa semua keberhasilan itu tak lepas dari kinerja semua pihak. Khususnya jajaran Kementan yang telah mengkalkulasikan kebutuhan dan ketersediaan secara tepat sejak Januari 2021 serta melakukan upaya-upaya nyata antisipasi stok.

Beberapa upaya nyata yang telah dilakukan Ditjen Hortikultura, Kementan dalam pengamanan pasokan dan harga khususnya aneka cabai dan bawang antara lain mengawal dan memastikan luas tanam cabai bulan Oktober 2020-Februari 2021 mencukupi kebutuhan produksi bulan April-Mei dan luas tanam bawang merah bulan Januari-Februari mencukupi kebutuhan produksi bulan April-Mei. Prediksi Kementan, hasil produksi bawang merah di bulan April-Mei tidak mencukupi untuk pemenuhan kebutuhan di bulan tersebut, namun secara kumulatif masih dapat dipenuhi dari stok bulan sebelumnya serta ditopang dengan hasil panen yang cukup berlimpah di Madura untuk pengamanan stok di off season, jika luas tanam tidak mencukupi maka kebutuhan masih mampu dipenuhi dari stok hasil panen bulan sebelumnya.

Prihasto juga mengalokasikan bantuan pengembangan kawasan cabai seluas 5.095 ha dan bantuan benih seluas 1.055 ha pada tahun 2020 yang sebagian besar tertanam pada akhir tahun 2020. Bantuan kawasan bawang merah seluas 3900 hektare dan bawang putih 2500 hektare. Dibarengi dengan Gerakan Pengendalian OPT dan Dampak Perubahan Iklim (DPI) pada beberapa wilayah sentra cabai bawang sehingga produksi terjaga.

Dengan keberhasilan upayanya itu, Anton juga mengungkapkan rasa syukurnya karena dengan stok dan harga yang stabil masyarakat dapat menjalankan ibadah ramadhan dan merayakan Idul Fitri dengan nyaman.

"Kita patut berbangga hati atas keberhasilan itu, namun tak boleh lengah mengawal pertanaman dan produksi untuk memastikan ketersediaan Idul Adha juga aman," pungkas Prihasto. (industry) 

Komentar