Rabu, 16 Juni 2021 | 20:43
NEWS

Rombongan Kapolres Maybrat Ditembak, Kapolda Belum Pastikan Pelaku dari KKB

Rombongan Kapolres Maybrat Ditembak, Kapolda Belum Pastikan Pelaku dari KKB
Ilustrasi tembakan (ntmcpolri.info)

ASKARA - Rombongan mobil Kapolres Maybrat, Kompol Bernadus Okoka ditembak orang tak dikenal usai melakukan bakti sosial di pedalaman Papua Barat.

Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Tornagogo Sihombing belum memastikan pelaku penembak misterius itu bagian dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang kini telah dilabeli teroris oleh pemerintah.

"Proyektil belum ditemukan, sehingga kami masih kategorikan pelakunya sebagai OTK (orang tak dikenal)," kata Tornagogo, Rabu (12/5). 

Tornagogo mengatakan, institusinya tidak terpancing dengan insiden itu lantaran pelaku masih dikategorikan sebagai OTK.

Tornagogo juga mengaku belum memberikan perintah khusus untuk dilakukannya penyisiran sekitar lokasi penembakan. Namun penyelidikan tetap dilakukan untuk mengungkap motif dan pelaku.

"Penyisiran belum kami lakukan, karena di Maybrat sudah kami tempatkan personel Brimob untuk perkuat anggota polres setempat," kata Tornagogo.

Meski demikian, Tornagogo tak menampik bahwa telah terjadi insiden penembakan terhadap kendaraan rombongan Kapolres Maybrat Kompol Bernadus Okoka sepulang pembagian sembako kepada masyarakat di daerah itu.

Dia menyebut rombongan itu terdiri dari anggota polres persiapan Maybrat dan anggota Brimob yang bertugas di wilayah tersebut. 

"Dalam perjalanan kembali, ada terjadi tiga kali tembakan yang mengarah kepada rombongan. Tapi itu bisa diatasi, sehingga tidak ada korban jiwa, semua anggota kami selamat," katanya.

Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari Yan Christian Warinussy meminta Kapolda Papua Barat Irjen Pol Tornagogo Sihombing dan jajarannya segera melakukan langkah penegakan hukum dalam peristiwa dugaan penembakan itu. 

Dia menyarankan agar penyelidikan itu melalui olah tempat kejadian perkara (TKP), untuk menyelidiki bekas tembakan pada kaca spion maupun bodi mobil tersebut hingga menemukan proyektil peluru yang digunakan. 

"Semua ini penting untuk mengungkap lebih jauh motif dan jenis senjata yang digunakan hingga menemukan ciri-ciri pelakunya," kata Warinussy. 

Dia mengutarakan, kabar penembakan itu cukup mengherankan, karena selama ini informasi mengenai dugaan penembakan terhadap kendaraan aparat TNI/Polri hanya terjadi di kawasan Pegunungan Tengah, Provinsi Papua saja.

"Kiranya masyarakat sipil (adat) di Distrik Aifat Timur senantiasa diberi perlindungan hukum oleh negara," ujarnya. (ant/jpnn)

Komentar