Kamis, 04 Juni 2026 | 11:58
NEWS

Kecolongan, Pengamanan Mabes Polri Bakal Dievaluasi

Kecolongan, Pengamanan Mabes Polri Bakal Dievaluasi
Ilustrasi. (Jpnn)

ASKARA - Petugas polisi yang tengah berjaga ketika terjadi penyerangan di Mabes Polri akan diperiksa. Sebab, pelaku teror ZA berhasil masuk dan mengarah ke pos gerbang utama.

Kepala Biro Penmas Polri Brigjen Rusdi Hartono menyatakan, pemeriksaan dilakukan guna mengetahui bagaimana pelaku ZA bisa masuk kemudian menodongkan senjata ke petugas.

"Ya pasti itu diperiksa lebih memperjelas bagaimana ZA bisa masuk dan melaksanakan aksinya di Mabes Polri," katanya di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (1/4).

Pemeriksaan juga dilakukan untuk memastikan kesesuaian standar prosedur pengamanan yang dilakukan para petugas jaga. Jika terdapat kelalaian maka akan diberikan sanksi. 

Namun, Brigjen Rusdi belum dapat merinci lebih lanjut kapan pemeriksaan petugas jaga bakal dilakukan.

Setelah aksi penyerangan Rabu kemarin (31/3) penjagaan di Komplek Mabes Polri tetap dilakukan seperti biasa. Hanya saja, pengawasan diperketat.

"Ada petugas pagi sampai malam sampai pagi. Itu diatur oleh Yanma (Pelayanan Markas) untuk pengamanan markasnya," kata Brigjen Rusdi.

Brigjen Rusdi mengakui bahwa pihaknya kecolongan lantaran senjata api milik pelaku dapat masuk ke Komplek Mabes Polri. Maka itu, Polri bakal mengevaluasi proses pengamanan markas besar usai insiden penyerangan. 

"Itu kenyataan memang lolos dari penjagaan. Ya itu yang masih kita dalami karena tersangkanya kan ZA meninggal dunia dia ya. Dimungkinkan dia masukkan di bagian tubuhnya, entah di pinggang atau di mana ya," ujarnya.

Komentar