Kamis, 04 Juni 2026 | 08:39
NEWS

Front Bersenjata OPM Sebarkan Video Ancaman dan Propaganda Perang

Front Bersenjata OPM Sebarkan Video Ancaman dan Propaganda Perang
(Puspen TNI)

ASKARA - Sebuah video berdurasi 15 menit 29 detik viral beberapa hari terakhir. Dalam video itu, tiga KSB sedang berkomunikasi melalui HT menantang perang aparat keamanan TNI-Polri, pesawat sipil dan militer termasuk mengecam bupati Paniai.

Diperkirakan pimpinan KSB Intan Jaya di Distrik Kebo, Kabupaten Paniai yang sedang berkomunikasi. Sedangkan seorang lagi membawa senjata api laras pendek jenis revolver dan satu orang merekam.

Dalam video itu, terungkap beberapa hal antara lain, permintaan semua senjata di Kampung Magataga dibawa ke Kabupaten Paniai terkait rencana aksi mereka di Distrik Kebo, Paniai.

Mereka juga berencana melakukan gangguan terhadap kampung halaman Bupati Paniai Meki Fritz dan Frans Nawipa serta akan membunuh di Enarotali. Hal ini dipicu oleh bupati Paniai dan keluarganya yang dianggap tidak bertanggung jawab atas uang mereka sebesar Rp 2,35 miliar.

Mereka juga mengancam akan membuat perang di Enarotali dengan menembak pesawat, baik pesawat sipil maupun helikopter TNI-Polri. Bahkan mereka juga memerintahkan menculik seorang gadis dan membunuh anak-anak.

Sampai saat ini, pihak Kodam XVII/Cenderawasih dan Polda Papua masih terus melakukan pendalaman dan identifikasi terhadap tiga orang di dalam video tersebut yang diperkirakan anggota KSB Intan Jaya.

Kepala Penerangan Kogabwilhan III Kolonel Czi IGN Suriastawa mengatakan, video itu menjadi bukti dan fakta bahwa KSB sebagai Front Bersenjata OPM selama ini sering melakukan perbuatan intimidasi dan teror mulai pembakaran pesawat Mission Aviation Fellowship (MAF) di Kampung Pagamba, pembakaran tower BTS milik PT Telkom di Puncak, pembakaran satu unit rumah warga, penembakan terhadap warga sipil khususnya pendatang, pembacokan terhadap tukang ojek dan penyerangan terhadap aparat keamanan di wilayah Sugapa. Selain itu, front politik dan front klandestinnya juga aktif beraksi khususnya di dunia maya.

"Untuk itu, TNI-Polri akan melakukan tindakan tegas kepada KSB sebagai upaya penegakan hukum dan aturan serta menjaga kedaulatan negara, sehingga terwujud Papua yang damai dan sejahtera," katanya, Jumat (19/3).

Kolonel Czi IGN Suriastawa mengungkapkan, ada dua pilihan bagi KSB. Pertama, kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi dan bersama-sama komponen bangsa lainnya ikut membangun serta menyejahterakan Papua. 

"Kedua, apabila tetap melakukan aksi terornya maka kami pastikan TNI-Polri akan memburu dan melakukan tindakan tegas kepada mereka," tegasnya.

Komentar