Polisi Duga Kecelakaan Bus di Sumedang Disebabkan Beberapa Faktor
ASKARA - Pihak kepolisian telah memulai olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kejadian bus pariwisata yang masuk jurang di Tanjakan Cae Kawung Luwuk, Kecamatan Wado, Sumedang, Jawa Barat pada, Rabu (9/3) malam.
Kapolda Jawa Barat Irjen Ahmad Dofiri mengatakan, bahwa sejauh ini pihaknya masih menunggu hasil olah TKP untuk bisa menyampaikan kesimpulan penyebab kecelakaan.
"Belum bisa saya sampaikan sekarang karena olah TKP masih belum selesai. Nanti akan secara keseluruhan, hasilnya besok atau lusa," kata Ahmad Dofiri di Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Kamis, (11/3).
Menurutnya ada beberapa faktor yang diduga sebagai penyebab kecelakaan, yakni jalan yang menurun panjang dan adanya tikungan di sekitar lokasi kecelakaan.
Diketahuinya bahwa bus mengalami kecelakaan saat situasi sedang hujan deras. Selain itu, Dofiri juga menyebut kecelakaan tersebut merupakan kecelakaan tunggal.
Namun, dugaan itu belum pasti karena masih menunggu hasil olah TKP dengan metode Traffic Accident Analysis (TAA). "Kesimpulan hasilnya bisa 1 atau 2 hari, sekarang masih proses," jelasnya.
Sejauh ini, sebanyak 27 orang yang meninggal dunia akibat kecelakaan bus T-7591-TB. Selain itu, ada 39 orang yang selamat dan mengalami luka-luka.
Bus pariwisata Padma Kencana itu mengangkut rombongan study tour dan peziarah yang merupakan siswa SMP IT Al Muawanah, Cisalak Subang beserta orang tuanya.
Nahas, bus bernomor polisi T 7951 TB itu terperosok ke jurang dengan posisi miring ke kiri dengan ban menghadap ke atas di Tanjakan Cae.
Salah seorang korban selamat bus maut itu mengungkapkan detik-detik sebelum bus yang ditumpanginya terperosok ke jurang.
Korban bernama Hafid Alfariz itu mengungkapkan, sebelum bus terperosok ke jurang, rem bus mengalami blong.
Dia yang mengaku duduk di deretan kursi belakang itu mengaku kaget saat mengetahui bahwa rem bus yang ditumpanginya blong. "Saya kaget, remnya blong," ungkap Hafid saat menjalani tindakan medis di Puskesmas Wado.

Komentar