Senin, 15 Juni 2026 | 19:00
NEWS

Tesla Pilih Investasi di India daripada Indonesia, Eks Wamen ESDM Arcandra Tahar Ungkap Penyebabnya

Tesla Pilih Investasi di India daripada Indonesia, Eks Wamen ESDM Arcandra Tahar Ungkap Penyebabnya
Mobil Tesla Model 3 (Dok Tesla.com)

ASKARA - Tesla akhirnya memutuskan akan berinvestasi di India daripada di Indonesia. Elon Musk memilih Bangalore, India, sebagai pusat pengembangan teknologi dan produksi mobil listriknya. 

Sejumlah analisis kemudian berkembang terkait batalnya Tesla berinvestasi di Tanah Air itu. Salah satunya dari Arcandra Tahar. 

Mantan Wakil Menteri ESDM itu mengungkapkan Elon Musk sebenarnya lebih mempertimbangkan India dan Israel sebagai tempat investasi.

"Kalau Tesla ingin mengembangkan technology centre-nya di luar Amerika Serikat (AS), secara logika mereka akan mencari kota yang ekosistemnya mendekati apa yang ditawarkan oleh Silicon Valley. Dua kota di dunia yang yang mendekati persyaratan ini adalah Tel Aviv di Israel dan Bangalore di India," kata Arcandra di akun Instagramnya, dikutip Askara, Kamis (25/2).

Menurut Archandra, kedua negara ini dinilai jauh lebih unggul di bidang teknologi dibandingkan dengan Indonesia. 

Di dua negara itu tersedia SDM yang terampil di bidang IT dan memiliki investor yang berani mendanai proyek startup berisiko tinggi.

Dikatakan, Bangalore sudah lebih dulu menjadi pusat pengembangan raksasa otomotif seperti Mercedes-Benz, Volvo atau General Motor. Sementara, Tel Aviv telah dimasuki oleh Google, Microsoft, Facebook, hingga IBM.

Tak lain, hal itu semua berkat ekosistem dan juga SDM yang sudah teruji selama puluhan tahun.

"Mereka bisa membuktikan bahwa hasil kerja mereka tidak kalah dari talenta yang berasal dari AS. Kepercayaan ini tidak dibangun dalam hitungan bulan tapi puluhan tahun," sebut Archandra.

Arcandra memperkirakan, Bangalore pada akhirnya menjadi pilihan Tesla karena kota ini juga memiliki akses pasar yang besar dan biaya tenaga kerja murah. 
Tak hanya itu, biaya hidup di Bangalore disebut bahkan lebih rendah dari Jakarta.

"India adalah negara dengan jumlah penjualan mobil ke-empat terbesar di dunia setelah China, AS dan Jepang," jelasnya.

Sementara, Indonesia memang memiliki SDA luar biasa dan SDM potensial. Namun, pemerintah harus membangun ekosistem yang baik lebih dulu agar bisa meyakinkan investor.

Lantas, bagaimana pengaruh dari network dari kedua bangsa ini? 

Menurut Arcandra, keduanya punya jejaring yang sangat kuat. Banyak CEO di bidang IT keturunan India dan banyak pemilik modal keturunan Israel.

"Keputusan investasi Tesla yang memilih India tentu bisa menjadi pembelajaran. Bahwa seluruh negara kini terus berlomba memberikan daya tarik kepada investor," tambahnya.

Indonesia, lanjut Archandra, memiliki natural resources yang luar biasa dan potensi human resources yang tidak kalah di dunia. 

"Tapi memastikan bahwa kedua aset strategis itu bisa membentuk sebuah ekosistem yang memberikan daya tarik bagi investor, tentu menjadi tantangan yang tidak mudah dibangun dalam sekejap," pungkasnya. 

Komentar