Kamis, 22 April 2021 | 04:21
NEWS

Sebut Jokowi Simbol Negara, Dokter Tirta Banjir Kritik

Sebut Jokowi Simbol Negara, Dokter Tirta Banjir Kritik
Dokter Tirta dan Jokowi (Instagram)

ASKARA - Relawan Peduli Pencegahan Covid-19, Tirta Mandira Hudhi kembali menjadi sorotan setelah membela Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat kunjungan kerjanya di Nusa Tenggara Timur hingga menyebabkan kerumunan massa.

Dia menyampaikan pendapatnya dalam video TikTok lalu diunggah akun Instagram pribadinya. 

Bertalian dengan hal itu, Jokowi dinilai sebagai simbol negara yang akan selalu menyedot perhatian massa ketika melakukan kunjungan kerja.

"Dokter Tirta bagaimana komentarnya mengenai kerumunan akibat antusiasme warga di NTT menemui Pak Presiden Joko Widodo. Jadi gini, Pak Presiden Joko Widodo itu sejatinya simbol negara yang kemanapun beliau pergi akan selalu menarik massa," katanya, Rabu (24/2).

Dia menuturkan, Jokowi telah mengingatkan kepada masyarakat yang berkerumun untuk tetap memakai masker. Meski akhirnya kerumunan itu tak bisa terhindari.

"Pak Presiden sudah mengapresiasi dan mengedukasi agar tetap memakai masker. Terlalu banyak kerumunan yang hadir, membuat Presiden tak dapat membubarkan," imbuh dokter Tirta.

Bahkan, di salah satu video, kendaraan yang ditumpangi orang nomor satu di Indonesia itu dikerumuni orang banyak. 

"Kedua, Pak Presiden tidak pernah mengajak mereka untuk datang," ucapnya.

"Tapi antusias, nah hal ini seharusnya menjadi refleksi bagi tim protokoler untuk berhati-hati mengatur agenda bapak di lapangan. Jadi ya, kembali untuk penerapan sanksi kerumunan, menurut saya sudah tidak relevan untuk ditegakkan," sambungnya.

Ternyata pendapat influencer dan pengusaha itu memancing kegaduhan di jejaring media sosial Twitter. Sebagian warganet tak sependapat bahwa presiden disebut salah satu simbol negara.

"Menurut UU No. 24 Tahun 2009, presiden tidak termasuk simbol negara, Mas Bro, jadi gak valid pernyataanmu. Dan seyogyanya presiden sebagai pemimpin negara, memberikan contoh yang baik untuk warganegara. Dan Mas Bro sebagai public figure harus lebih adil dalam berpendapat," balas @DenyF9.

Pengguna Twitter ini menjelaskan, empat simbol negara adalah bendara Merah Putih, bahasa Indonesia, Garuda Pancasila, dan Lagu Indonesia Raya.

"Tandanya, Dok, kampanye beliau yang jaga jarak gak berhasil, wong pas beliau datang aja gak pada jaga jarak jadinya. Itu fakta. Yang saya tahu ya, jalan presiden itu akan disterilkan oleh Paspampres bahkan beberapa jam sebelum tiba, itu kondisi normal, apalagi Covid," balas @rezarinaldy.

Ada juga yang mencoba menjelaskan kepada Tirta, bahwa hadiah yang dibagi Jokowi itu sudah dipersiapkan sebelumnya. 

"Dia sudah mempersiapkan hadian yang akan dilempar luar jendela. Apakah kamu benar-benar percaya bahwa tidak ada undangan ke rakyat untuk berkumpul di tepi jalan. Pikir, Dok! Pikir," cuit @ichalaz.

Komentar