Senin, 08 Juni 2026 | 20:32
NEWS

Selama Pandemi 500 Ribu Jiwa di Kabupaten Bogor Menghilang

Selama Pandemi 500 Ribu Jiwa di Kabupaten Bogor Menghilang
Ilustrasi. (Kompas)

ASKARA - Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Asep Wahyuwijaya menanggapi data Badan Pusat Statistik yang menyatakan penduduk Kabupaten Bogor menghilang sekitar 500 ribu jiwa selama pandemi Covid-19.

"Pemkab Bogor harus mulai menjadikan basis data tersebut untuk memetakan dalam mengambil kebijakan," katanya, Rabu (24/2).

Menurut legislator asal Kabupaten Bogor itu, kondisi berkurangnya penduduk yang diduga karena ditinggal para pendatang selama pandemi harus menjadi peluang bagi Pemkab Bogor dalam mengatasi masalah tingginya angka pengangguran.

"Kita tahu kawasan industri di Jawa Barat sebetulnya bukan menampung penduduk asli. Seperti di Karawang itu unik, tingkat kemiskinan tinggi, padahal kawasan industri. Jawabannya yang bekerja itu bukan warga setempat," terang Asep.

Diketahui, BPS Kabupaten Bogor mencatat ada pengurangan jumlah penduduk sekitar 500 ribu jiwa di wilayahnya selama pandemi Covid-19.

"Tahun 2019 sekitar 5,9 juta jiwa, hasil sensus penduduk 2020 menurun menjadi 5,4 juta jiwa," kata Kasi Statistik Sosial BPS Kabupaten Bogor Ujang Jaelani.

Menurutnya, BPS telah memproyeksikan jumlah penduduk Kabupaten Bogor pada tahun 2020 sebanyak 6 juta jiwa sesuai asumsi pertambahan jumlah penduduk dari tahun ke tahun, tapi bukannya bertambah malah berkurang karena pandemi.

"Kita proyeksikan sekitar enam juta (jiwa) awalnya. Waktu memproyeksikan asumsi pandemi belum diperhitungkan, proyeksi dihitung dua tahun lalu," terang Ujang.

Meski tak merinci jumlahnya, tapi ia menyebutkan bahwa pengurangan penduduk terjadi karena banyak faktor, mulai dari perpindahan penduduk hingga meninggal dunia.

"Ada juga (warga) yang meninggal dunia, tapi dibanding yang bergerak ke luar Bogor, jauh lebih banyak yang bergerak ke luar Kabupaten Bogor," ujar Ujang. (kesatu)

Komentar