Selasa, 02 Maret 2021 | 11:52
NEWS

Presiden Jokowi Akan Hadiri Vaksinasi Massal untuk Insan Pers

Presiden Jokowi Akan Hadiri Vaksinasi Massal untuk Insan Pers
Ilustrasi. (Shutterstock)

ASKARA - Vaksinasi massal Covid-19 bagi insan pers akan dilaksanakan di Hall A Basket Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta selama tiga hari yakni 25-27 Februari 2021, pukul 08.00-16.00 WIB. 

Pada hari pertama, Kamis (25/2), vaksinasi akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo.

Dalam rapat Senin (22/2) malam yang dipimpin Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. H. Muhammad Budi Hidayat memastikan tanggal pelaksanaan, lokasi, dan hal-hal teknis lainnya, serta penggiliran jumlah peserta yang mencapai 5512 orang.

Para peserta vaksinasi terdiri atas 512 insan pers yang sejak awal dijadwalkan divaksin dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2021 dan 5000 insan pers yang dikoordinasikan oleh Dewan Pers dari 10 organisasi konstituen Dewan Pers dan Forum Pemred.

"Silakan diatur waktunya oleh koordinator masing-masing supaya tidak terjadi penumpukan. Kita juga harus tetap menaati protokol kesehatan," kata Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika Dedy Permadi.

Penanggung Jawab HPN 2021/Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Atal S Depari pada Selasa (23/2) mengatakan, pihaknya memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah yang memberi perhatian kepada insan pers dalam pemberian vaksin Covid-19.

"Kami juga senang pemerintah telah mengapresiasi insan pers yang melakukan tugas jurnalistik di tengah pandemi Covid-19. Risiko tertular Covid-19 bagi wartawan juga tinggi. Karena itu pada kesempatan puncak acara Hari Pers Nasional 9 Februari yang lalu di Istana Negara kami meminta bapak presiden menambah 5000 insan pers untuk divaksin," jelas Atal S Depari.

Ketua Panitia HPN 2021 Auri Jaya juga mengapresiasi pemerintah dalam hal ini Presiden Joko Widodo yang telah memberikan kesempatan lebih awal kepada pekerja media untuk mendapatkan vaksin Covid-19.

"Dengan pemberian vaksin Covid-19 secara massal bagi kelompok pekerja pers, secara langsung pemerintah telah memberikan perlindungan secara massal bagi para penjaga salah satu pilar demokrasi," kata Auri Jaya.

Pelaksanaan vaksinasi bagi insan pers ini merupakan kolaborasi Kementerian Kesehatan dan Kementerian Komunikasi dan Informatika serta instansi terkait lainnya. Bagi pemerintah, pelaksanaan vaksinasi massal yang meliputi 5512 awak media juga dalam rangka mendukung program 300 hari layanan vaksinasi Covid-19.

Demi ketertiban, dalam pelaksanaannya nanti peserta akan dilayani sesuai alur yang ditetapkan. Untuk registrasi disiapkan 20 meja, screening 25 meja, vaksinasi 25 meja, dan pelaporan 10 meja. Para peserta diminta hadir sesuai hari dan jam yang ditetapkan dalam undangan. Peserta yang hadir di luar jam yang dijadwalkan tidak diperkenankan masuk ke area vaksinasi.

"Untuk dapat mengetahui undangan, para peserta yang mendaftar melalui PWI diminta membuka email masing-masing, karena undangan akan dikirim melalui email peserta yang digunakan saat pendaftaran," kata Ketua Bakti Sosial HPN 2021 yang juga Direktur Kesejehteraan dan Pengabdian Masyarakat PWI Pusat M. Nasir.

Para peserta juga diwajibkan menerapkan protokol kesehatan 3M yaitu mengenakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Dalam rapat dua malam berturut-turut, Minggu dan Senin (21-22/2) yang dihadiri para pejabat berwenang mewakili Kementerian Kesehatan, Kementerian Kominfo, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dewan Pers, PWI, TNI, Polri, dan instansi terkait disepakati pemberitahuan para peserta yang terdaftar akan dilakukan oleh koordinator masing-masing yakni 10 organisasi konstituen Dewan Pers dan Forum Pemred.

Adapun, 10 konstituen Dewan Pers adalah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Serikat Penerbit Pers (SPS), Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI), Asosiasi Televisi Lokal Indonesia (ATVLI), Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI), Pewarta Foto Indonesia (PFI), Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI). 

Komentar