Kamis, 11 Juni 2026 | 10:43
NEWS

Beri Saran ke AHY, Moeldoko: Jadilah Pemimpin Kuat, Jangan Baperan

Beri Saran ke AHY, Moeldoko: Jadilah Pemimpin Kuat, Jangan Baperan
Ketum Partai Demokrat AHY (Dok Detik)

ASKARA - Kepala Staf Presiden Moeldoko membantah tudingan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), perihal keterlibatan pejabat Istana yang mengambil alih kepengurusan Partai Demokrat. 

Moeldoko menyebut, setiap pemimpin harus berjiwa besar dan tidak mudah goyah ketika diterjang suatu masalah. Serta jangan terlalu terbawa perasaannya.

"Saran saya, jadi seorang pemimpin itu jadilah pemimpin yang kuat. Jangan mudah baperan, jangan mudah terombang ambing dan seterusnya," kata Moeldoko dalam keterangan virtual, Senin (1/2).

Moeldoko mengaku prihatin dengan munculnya isu kudeta Partai Demokrat dan menyeret nama dirinya. Padahal, dia mengaku turut mencintai terhadap Partai berlogo bintang segitiga itu.  

Menurutnya tudingan itu muncul ketika dirinya menerima kunjungan sejumlah orang ke kantor KSP. Moeldoko mengaku banyak menerima berbagai macam tamu. Namun beberapa di antara tamunya, curhat tentang kondisi Partai Demokrat.

"Ya saya dengerin saja. Berikutnya ya, sudah dengerin saja. Saya sebenarnya prihatin dengan situasi itu. Karena saya juga bagian yang mencintai Demokrat," tutur Moeldoko.

Dia menambahkan, Presiden Jokowi tak tahu menahu tentang urusan ini. Karenanya dia menyayangkan tudingan Demokrat yang langsung menyeret pejabat Istana terlibat dalam urusan tersebut. 

"Dalam hal ini, saya mengingatkan, sekali lagi jangan dikit-dikit Istana. Dan jangan ganggu Pak Jokowi dalam hal ini. Karena beliau dalam hal ini tak tahu menahu sama sekali," ujar Moeldoko.

Sebelumnya, AHY menyebut adanya sebuah gerakan mengarah pada upaya mengambil alih kepemipinan Partai Demokrat dalam konferensi pers, Senin (1/2), usai menggelar rapat pimpinan bersama jajaran Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat.

"Kami memandang perlu dan penting untuk memberikan penjelasan secara resmi tentang duduk perkara yang sebenarnya, yaitu tentang adanya gerakan politik yang mengarah pada upaya pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat secara paksa yang tentu mengancam kedaulatan dan eksistensi Partai Demokrat," kata AHY melalui akun YouTube Agus Yudhoyono.

Komentar