Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:52
NEWS

Kemenlu Pastikan WNI di Myanmar dalam Keadaan Baik dan Aman

Kemenlu Pastikan WNI di Myanmar dalam Keadaan Baik dan Aman
Aksi unjuk rasa di Myanmar. (Antara/Reuters)

ASKARA - Kementerian Luar Negeri mengimbau warga negara Indonesia yang berada di Myanmar untuk tetap tenang. Menyusul pemberlakuan keadaan darurat karena militer mengambil alih pemerintahan.

Situasi kondisi politik di Myanmar memanas setelah adanya kudeta oleh militer yang dibarengi penangkapan Pemimpin Tertinggi Aung San Suu Kyi dan sejumlah pejabat.

"KBRI telah memberikan imbauan kepada masyarakat dan menghubungi simpul-simpul komunitas masyarakat Indonesia tetap tenang dan menghubungi hotline KBRI jika menghadapi masalah," ujar Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemenlu Judha Nugraha, Senin (1/2).

Data Kemenlu, jumlah WNI di Myanmar sekitar 500 orang. Mayoritas WNI bekerja di sektor migas, pabrik, industri garmen, dan menjadi anak buah kapal (ABK). 

"Kondisi mereka saat ini dalam keadaan baik dan aman," kata Judha Nugraha.

Kemenlu menyatakan bahwa KBRI Yangon telah mengeluarkan keterangan yang sama dengan imbauan untuk tidak panik. 

"KBRI Yangon telah berkomunikasi dengan simpul-simpul masyarakat Indonesia. Sejauh ini WNI di Myanmar dalam keadaan sehat dan aman," bunyi keterangan Kemenlu. 

Adapun, kontak telepon yang dapat dihubungi oleh WNI di Myanmar yakni melalui hotline KBRI Yangon di nmor +95-9503-7055. 

Militer Myanmar menangkap Aung San Suu Kyi, Presiden Win Myint dan sejumlah tokoh politik dari Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) dalam penyerbuan pada hari ini.

Otoritas militer mengumumkan, kekuasaan pemerintah dialihkan kepada pimpinan pasukan bersenjata Jenderal Senior Min Aung Hlaing, seiring dengan penahanan para tokoh yang masih dilakukan dan disebut sebagai respons atas kecurangan pemilu tahun lalu.

Komentar