Senin, 15 Juni 2026 | 21:50
NEWS

Gus Miftah: Abu Janda Kurang Adab dan Kurang Sopan

Gus Miftah: Abu Janda Kurang Adab dan Kurang Sopan
Abu Janda dan Gus Miftah. (Youtube/Deddy Corbuzier)

ASKARA - Aktivitas Permadi Arya alias Abu Janda di media sosial kerap menjadi sorotan banyak pihak. Terlebih, pernyataannya baru-baru ini soal "Islam agama arogan" yang membuat masyarakat geram. 

Abu Janda mengaku jika dirinya merupakan seorang striker yang gemar melawan cuitan bernada provokatif dari segelintir orang tertentu, terutama mengenai topik agama.

Dia berdalih bahwa cuitannya tersebut bukanlah cuitan mandiri melainkan sebagai respons untuk menanggapi pernyataan Tengku Zulkarnain di Twitter dengan membahas kearoganan kelompok minoritas terhadap mayoritas.

Namun pendakwah kondang Gus Miftah tetap mengkritik pernyataan Abu Janda tersebut. Menurutnya, kalimat yang digunakan dalam komentar itu justru menimbulkan masalah baru yang lebih besar.

"Kalau Permadi Arya lebih smart ini nggak harus sebesar ini lho karena yang harus dibalas komentarnya Tengku Zulkarnain. Ini justru menimbulkan masalah yang lebih besar," katanya dalam Podcast Deddy Corbuzier, Senin (1/2).

Abu Janda menuturkan bahwa kata "arogan" bisa keluar karena dirinya mencoba mengomentarai cuitan Tengku Zulkarnain tentang kelompok minoritas berani bersikap arogan pada mayoritas.

"Itulah kenapa kata arogan keluar, karena yang aku anggap suatu twit provokatif. Karena dia mengatakan minoritas di negeri ini arogan ke mayoritas. Keluarlah itu (menunjuk bukti cuitan di kolom komentar)," jelas Abu Janda.

Menurut Abu Janda, perkataan arogan itu ditujukan kepada aliran Islam yang dipegang oleh mantan pengurus MUI tersebut. 

"Jadi aku mengomentari Ustad Tengku Zul. Di belakangnya pun ada embel-embel sebagai agama pendatang dari Arab. Jadi yang aku maksud ini adalah alirannya Tengku Zul," tuturnya. 

Sementara Gus Miftah menilai yang makin menambah provokatif ialah komentar Abu Janda. Lantaran kalimat yang dinilainya ambigu dan menjadi salah persepsi. 

"Harusnya dengan bahasa yang lebih lugas. Kalau seperti ini, mohon maaf, mau mandiri atau nyambung orang akan susah memahami yang arogan di Indonesia itu Islam. Inilah yang jadi permasalahan," bebernya.

Gus Miftah yang juga guru spiritual Deddy Corbuzier itu menyebut bahwa pernyataan Abu Janda di media sosial menimbulkan multitafsir dan kurang sopan.

"Beliau (Abu Janda) kurang adab, tentunya terhadap Islam dan Nahdlatul Ulama. Ketika sudah terlalu emosi, adabnya berkurang kemudian kurang sopan santun," katanya menasihati Abu Janda.

Meski Gus Miftah mengetahui bahwa Abu Janda sangat menghormati ulama atau kiai. Namun, paling ditekankan ialah harus bisa bertutur kata dengan baik. 

"Di ahlussunah wal jamaah itu memberikan kontra narasi kepada orang-orang keras atau Islam apapun itu boleh tapi tentunya dengan baik," pesan Gus Miftah.

Dia menyarankan Abu Janda lebih banyak belajar agama secara mendalam. Agar tidak menimbulkan kesalahpahaman yang berujung kegaduhan.

"Maka saya sarankan saudara Arya Permadi harus lebih banyak ngaji lagi. Bila perlu beliau menyiapkan waktu datang ke kiai NU atau kepada siapa, belajar bagaimana Islam wasathiyah (moderat) itu," tandas Gus Miftah.

Pernyataan Abu Janda sendiri sudah dilaporkan ke Bareskrim Polri dengan nomor register LP/B/0056/I/2021/Bareskrim tanggal 29 Januari 2021. Adalah DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia yang melaporkannya.

"Islam memang agama pendatang dari Arab, agama asli Indonesia itu Sunda Wiwitan, Kaharingan dll. Dan memang arogan, mengharamkan tradisi asli, ritual orang dibubarkan pake kebaya murtad, wayang kulit diharamkan. Kalau tidak mau disebut arogan, jangan injak2 kearifan lokal @awemany," tulis Abu Janda lewat akun Twitter @permadiaktivis1 pada Senin (25/1).

Komentar