Senin, 08 Juni 2026 | 01:51
NEWS

Ridwan Kamil Dibikin Bingung dengan Laporan Data Covid-19 dari Pusat

Ridwan Kamil Dibikin Bingung dengan Laporan Data Covid-19 dari Pusat
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (Dok Humas Pemprov Jabar)

ASKARA - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meminta Kementerian Kesehatan segera memperbaiki sistem pelaporan data penambahan jumlah kasus Covid-19. Ridwan Kamil menilai, masih ada ketidaksamaan antara pusat dan daerah. 

Menurutnya, jika tidak diperbaiki, maka akan berdampak pada zonasi risiko dan pengambilan kebijakan di daerah. Tentu harusnya pelaporan data bisa diumumkan secara tepat waktu. 

"Itulah kemarin saya sampaikan tolong diperbaiki (pelaporan data), karena status merah oranye kuningnya jadi kacau, menghitung status merah oleh kasus ternyata sudah lewat atau sudah sembuh juga," ujar Ridwan Kamil dalam keterangannya, Senin (1/2).

Sebab, ada kekeliruan data yang menunjukkan bahwa Jawa Barat dalam data perkembangan hariannya sebagai daerah dengan penambahan kasus positif Covid-19 terbanyak mencapai 4.601 kasus.

"Kalau laporan kasus kita masih berdebat karena kasus yang diumumkan masih bercampur dengan kasus yang lama," sesal kang Emil disapanya. 

Mantan Wali Kota Bandung itu mengaku bingung dengan pelaporan data yang dikantonginya dari pemerintah pusat. Tercatat beberapa waktu kemarin, Jawa Barat paling banyak sumbang kasus positif Covid-19.

"4 hari lalu Jawa Barat kasus 3 ribu hampir 2 ribunya kasus lama coba, kalau disebut 'wah' hari ini ada lonjakan enggak juga, itu saya juga bingung, itu laporan h-5 h-7 h-14," jelas Ridwan Kamil. 

Sebelumnya, kasus baru Covid-19 tersebar di 34 provinsi dan terdapat lima provinsi dengan penambahan kasus tertinggi selama beberapa waktu terakhir. Angkanya dinamis, sehingga sewaktu-waktu bisa berubah setiap harinya. 

Lima provinsi penyumbang terbanyak per 29 Januari, yakni Jawa Barat (3.835 kasus baru), DKI Jakarta (3.448 kasus baru). Kemudian, Jawa Tengah (1.495 kasus baru), Jawa Timur (1.006 kasus baru) dan Kalimantan Timur (667 kasus baru).

Kementerian Kesehatan melaporkan Jawa Barat menduduki posisi pertama sebagai daerah penyumbang kasus terbanyak karena adanya 4.601 kasus positif baru, 2.643 kasus sembuh dan 27 kasus meninggal dunia pada Sabtu

 

Komentar