Senin, 08 Juni 2026 | 10:34
NEWS

Vaksinasi Tenaga Kesehatan di Surabaya Segera Rampung

Vaksinasi Tenaga Kesehatan di Surabaya Segera Rampung
Ilustrasi vaksinasi (Dok aa.com)

ASKARA - Pemerintah Daerah Kota Surabaya menggelar vaksinasi yang diikuti sekitar 4.039 tenaga kesehatan. Vaksinasi tersebut melibatkan 146 tenaga vaksinator.

Pada kesempatan tersebut, sebanyak 63 Puskesmas di Kota Surabaya juga memberikan pelayanan vaksinasi dengan target sasaran sebanyak 3.150 orang. Sehingga total peserta vaksinasi sekitar 7.000 orang.

Plt Walikota Surabaya, Whisnu Saki Buana menyebutkan, pelaksanaan vaksinasi serentak bagian dari upaya pemerintah mempercepat vaksinasi tahap pertama di Kota Surabaya. 

Sehingga, para tenaga kesehatan bisa segera mendapatkan jaminan keamanan dan perlindungan dalam memberikan pelayanan kesehatan.

“Karena besarnya jumlah tenaga kesehatan dan tenaga penunjang di fasyankes harus divaksin, serta upaya mempercepat vaksinasi Covid-19 ini, maka dilaksanakanlah vaksinasi Covid-19 Tenaga Kesehatan serentak di Kota Surabaya,” kata Whisnu, Senin (1/2).

Pada 30 Januari 2021, Pemda Kota Surabaya telah melakukan vaksinasi bagi 25 ribu atau 83 persen dari total 31 ribu nakes. Dengan capaian itu, serta ditambah pelaksanaan vaksinasi serentak, ditargetkan akan rampung 100 persen. 

“Di Kota Surabaya ini sudah kita siapkan 111 fasilitas kesehatan yang siap untuk melakukan vaksinasi. Sampai hari ini untuk target tenaga kesehatan, Insya Allah bisa tercapai 100 persen pada hari ini,” tuturnya.

Jika target vaksinasi bagi tenaga kesehatan tercapai hari ini. Sejalan dengan sasaran yang telah ditetapkan Kementerian Kesehatan, maka vaksinasi selanjutnya akan diberikan tenaga pelayanan publik essensial seperti TNI, Polri, Satpol PP dll.

Membuka pelaksanaan vaksinasi serentak, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyatakan, pihaknya mendukung penuh percepatan pelaksanaan vaksinasi di Indonesia termasuk Kota Surabaya.

“Saya yakin bahwa kegiatan vaksinasi secara serentak yang sudah dilakukan dan hari ini pencapaiannya telah mencapai 83 persen, maka saya percaya ini akan terwujud pada hari ini,” ujarnya. 

Dia menekankan vaksinasi bukanlah satu-satunya cara untuk mengakhiri pandemi Covid-19. Masyarakat harus menerapkan perlindungan berlapis. 

Sebab, meski telah divaksin, tubuh membutuhkan waktu untuk membentuk kekebalan tubuh, setidaknya 2 minggu pasca vaksinasi termin kedua.

“Meskipun telah divaksin, kegiatan 3M yakni memakai masker, menjauhi kerumunan, mencuci tangan pakai sabun harus terus dilakukan. Protokol kesehatan tersebut tetap dilakukan karena tidak serta merta akan timbul respon immunology,” tandasnya.

Komentar