Jika Vaksinasi Covid-19 Tidak Serempak, Mendagri Khawatirkan Efek Pingpong
ASKARA - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengaku khawatir akan rentang waktu pelaksanaan vaksinsasi yang terlalu lama dapat menimbulkan efek pingpong penularan Covid-19.
Maka pentingnya kecepatan dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Tanah Air sehingga percepatan itu mutlak dilakukan secara bersama dan serempak.
"Jika pelaksanaan vaksin terlalu lama dikhawatirkan menimbulkan efek pingpong akibat rentang waktu yang tidak serempak antar gelombang penerima vaksin," kata Tito dalam keterangannya, Sabtu (30/1).
Terlebih, program vaksinasi Covid-19 secara nasional menelan biaya dan energi yang besar.
"Sedangkan biaya yang kita keluarkan, dengan segala energi yang dikeluarkan juga sudah sedemikian besar dan masi," tutur Tito.
Mantan kepala Polri itu ingin proses vaksinasi di daerah dikontrol dengan cermat agar tidak meleset dari target yang telah ditetapkan. Termasuk dalam penetapan kelompok prioritas penerima vaksin.
"Tolong ini disesuaikan betul arahan kebijakan dari bapak menkes tentang prioritas tahapan siapa yang akan divaksinasi," pinta Tito.
Di samping memanfaatkan data, pemerintah daerah harus membuat pendataan berdasarkan data dukcapil atau agar lebih akurat untuk daerah-daerah penyelenggara pilkada dapat menggunakan data pilkada karena sudah diverifikasi oleh KPUD.
"Masing-masing bisa untuk digunakan sebagai landasan," ujar Tito.
Untuk itu, Tito berharap daerah membuat terobosan dalam mendistribusikan vaksin agar dapat dilaksanakan dengan cepat, lancar, dan aman. Terutama menyangkut cold chain atau tempat penyimpanan vaksin. Sedangkan untuk TNI/Polri diharapkan dapat membantu aspek pengamanan dan penyaluran.

Komentar