Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:48
NEWS

BPBD DKI Pasang Tanda Jalur Pengungsian di 267 Kelurahan

BPBD DKI Pasang Tanda Jalur Pengungsian di 267 Kelurahan
Ilustrasi banjir di Jakarta. (Dok. Tirto)

ASKARA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta memasang tanda dan arah lokasi pengungsian di 267 wilayah kelurahan. Langkah ini sebagai bentuk antisipasi menjelang musim hujan.

Plt. Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Sabdo Kurnianto mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan buku panduan kesiapsiagaan menghadapi banjir bagi masyarakat sebanyak 33.311 buku dan dibagikan kepada pengurus RT/RW. Masyarakat juga dapat mengunduh buku panduan tersebut melalui https://bit.ly/PanduanKesiapsiagaanMenghadapiBanjirakarta.

Selain itu, BPBD DKI juga telah membagikan buku pedoman pengendalian banjir bagi organisasi perangkat daerah, lembaga usaha, dan relawan sebanyak 611 buku. 

"BPBD DKI Jakarta juga telah memasang tanda dan arah lokasi pengungsian di 267 wilayah kelurahan," ujar Sabdo, Jumat (29/1).

Adapun, rincian jumlah lokasi pengungsian dan kapasitasnya sebagai berikut: Jakarta Pusat sebanyak 183 lokasi dengan kapasitas 27.393 pengungsi, Jakarta Barat 414 lokasi dengan kapasitas 64.919 pengungsi, Jakarta Selatan 260 lokasi dengan kapasitas 18.175 orang. 

Jakarta Utara 129 lokasi dengan kapasitas 22.850 orang dan Jakarta Timur 257 lokasi dengan kapasitas 39.599. 

Menurut Sabdo, BPBD DKI juga telah menetapkan layout penempatan tenda pengungsi dengan protokol kesehatan Covid-19 yakni memisahkan tenda pengungsi umum, tenda kelompok rentan (ibu hamil, lansia), dan tenda kontak erat/suspek Covid-19. Pada lokasi pengungsian juga disiapkan area skrining kesehatan, area swab, dan toilet.

"Untuk mengantisipasi penumpukan pengungsi, lurah dan camat menyiapkan lokasi pengungsi alternatif sebanyak dua-tiga kali lipat dari lokasi pengungsian yang ada," kata Sabdo.

Pemprov DKI juga menyiagakan petugas kesehatan/relawan kesehatan, gugus tugas kota/kecamatan/kelurahan/RT/RW melakukan sterilisasi lokasi pengungsian secara teratur menggunakan disinfektan, menyediakan hand sanitizer/tempat cuci tangan dilengkapi tandon air dan sabun.

BPBD DKI telah menyerahkan peralatan pendukung untuk enam wilayah kota/kabupaten berupa pelampung dan perahu karet. Telah dilakukan pula Simulasi Kampung Tangguh Bencana agar masyarakat benar-benar siap mengantisipasi bencana pada musim hujan di tengah pandemi Covid-19.

Tak hanya itu, BPBD DKI juga berkolaborasi dengan BNPB, TNI, Polri, dan Relawan, di antaranya melaksanakan tactical floor game (simulasi gladi posko) dengan skenario banjir yang telah ditetapkan dan melaksanakan apel kesiapsiagaan menghadapi musim hujan.

"Melibatkan 1144 personel TNI, 1069 personel Polri, dan 1117 personel dari 73 komunitas/lembaga," jelas Sabdo, dikutip Sindonews.

Komentar