Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:53
NEWS

Banjir Manado, Tiga Warga Meninggal dan Satu Hilang

Banjir Manado, Tiga Warga Meninggal dan Satu Hilang
(BPBD Manado)
ASKARA - Sebanyak delapan kecamatan di Kota Manado terdampak banjir sejak Jumat kemarin (22/1).
 
BPBD Manado mencatat, hujan dengan intensitas tinggi memicu debit air yang menyebabkan Sungai Sawangan dan Sungai Tondano meluap.
 
"Berdasarkan data BPBD setempat pada pukul 21.00 WIB, delapan kecamatan di Kota Manado terdampak banjir," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati, Sabtu (23/1).
 
Delapan kecamatan terdampak yaitu Malalayang, Wanea, Sario, Paal Dua, Pikkala, Wenang, Tuminting, dan Singkil.
 
"Banjir mengakibatkan tiga warga meninggal dunia dan satu lainnya hilang," kata Raditya Jati. 
 
BPBD masih mengidentifikasi korban yang telah dievakuasi. Sedangkan kerugian material, BPBD memantau rumah warga terendam dan beberapa titik longsor. 
 
"Tinggi genangan banjir sekitar 50 hingga 400 centimeter. BPBD masih melakukan kaji cepat di lapangan," ujar Raditya Jati.
 
BPBD Manado bersama unsur terkait lain seperti TNI, Polri, Basarnas, sukarelawan melakukan evakuasi warga dan pendataan. Petugas membutuhkan perahu karet dan alat transportasi untuk mengevakuasi warga. 
 
"Tim evakuasi banyak yang terjebak macet akibat genangan air di banyak ruas jalan," jelas Raditya Jati. 
 
Kondisi saat ini, listrik di sebagian besar wilayah Manado masih padam dan jaringan telepon selular tidak stabil untuk operator tertentu. 
 
"BNPB memantau kondisi terkini dan melakukan koordinasi dengan pihak BPBD setempat," ujar Raditya Jati. 
 
BNPB telah menyampaikan daftar kabupaten dan kota yang berpotensi banjir pada Januari 2021, salah satunya Kota Manado. Beberapa wilayah di Provinsi Sulawesi Utara juga berpotensi banjir dengan katagori menengah.

Komentar