Banjir di Manado Berangsur Surut, Warga Pulang ke Rumah
ASKARA - BPBD Kota Manado menyampaikan, banjir yang melanda telah berangsur surut. Warga yang terdampak kembali ke tempat tinggal masing-masing.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati menjelaskan, 10 kecamatan di Kota Manado terdampak banjir dan longsor yaitu Kecamatan Tikala, Paal Dua, Malalayang, Sario, Bunaken, Tuminting, Mapanget, Tikala, Singkil, dan Wenang.
Pemkot Manado telah menetapkan status tanggap darurat banjir dan longsor melalui Surat Keputusan Nomor 15/kep/B.06/BPBD/2021.
"Status ini berlaku sejak 15 hingga 28 Januari 2021," kata Raditya Jati.
Dalam menghadapi potensi bahaya, Pemkot Manado juga menetapkan struktur komando penanganan darurat bencana hidrometeorologi. Organisasi komando ini berlangsung pada 15 Januari hingga 13 Februari.
Sementara itu, gubernur Sulawesi Utara menetapkan Surat Keputusan Status Siaga Darurat Banjir dan Tanah Longsor Nomor 384 Tahun 2020.
"Penetapan status siaga berlangsung sejak 21 Desember 2020 sampai 18 Februari 2021," kata Raditya Jati.
Selain itu, pemerintah provinsi membentuk dan mengaktifkan pos komando penanganan darurat bencana banjir dan longsor.
Banjir dan longsor di Kota Manado terjadi pada Sabtu (16/1). Mengakibatkan enam orang meninggal dunia, 639 KK atau 2052 jiwa terdampak banjir dan 62 KK atau 217 jiwa terdampak longsor.

Komentar