Rabu, 27 Januari 2021 | 04:13
NEWS

Kegiatan Para Penyelam di Waktu Senggang

Kegiatan Para Penyelam di Waktu Senggang
Penyelam Indonesian Divers Rescue Team. (Dok. pribadi)

ASKARA - Penyelam profesional Indonesian Divers Rescue Team (IDRT) Hendrata Yudha mengatakan bahwa batas waktu operasi pencarian korban dan puing Sriwijaya Air SJ182 di bawah air hanya 30 menit.

Dia menceritakan, selama berada di dalam air, semua panca indera menjadi sensitif. Terlebih, jarak pandang hanya sekitar 1 meter. 

"Di bawah air itu kita maksimal 30 menit, sehari ada tiga kali penyelaman. Jadi, ada waktu istirahat misalnya jam sembilan mulai penyelaman 30 menit," katanya saat berbincang dengan Askara, Rabu (13/1).

Untuk waktu istirahat selepas melakukan penyelaman biasanya membutuhkan kurang lebih dua jam. Operasi SAR umumnya dilakukan dari pagi hingga sore hari. 

"Istirahat kita baru mulai lagi jam 11, istirahat lagi sekitar dua jam baru nyebur lagi. Itu yang setiap hari kita lakukan," tutur Hendrata Yudha. 

Dia pun menceritakan kegiatan para penyelam selama mengisi waktu istirahat. Dari membersihkan alat-alat atau menghilangkan kontaminasi oleh mikroorganisme hingga mengisi bahan bakar kapal. 

"Kalau di kapal kita mengisi tangki. Kedua, bersihkan alat dekontaminasi karena lautannya tercemar oleh bahan bakar bekas pesawat kemudian juga bakteri dari sisa jenazah," jelas Hendrata Yudha. 

Proses evakuasi di bawah air diberlakukan dengan respek dan hormat pada jenazah. Mengingat pihak keluarga sangat menantikan kepastian kondisi korban.

"Kami tak cemaskan suasana bawah air karena kami yakin para korban yang kami tolong sepertinya menyungging senyum menyaksikan kerja relawan kemanusiaan ini," kata Hendrata Yudha. 

Tak lupa, dia bersama penyelam lainnya berdoa agar tidak mendapat hambatan dalam menyelesaikan pekerjaan tersebut. 

"Kami berdoa meminta kekuatan batin, agar dapat menyelesaikan kewajiban ini," ujar Hendrata Yudha.

Lokasi jenazah diperkirakan pada kedalaman 20-30 meter di bawah Perairan Kepulauan Seribu. Karena sudah memasuki hari kelima, proses dekomposisi jenazah akan dihadapi para penyelam.

Para penyelam bergabung di kapal Basarnas KN Wisnu yang disiapkan sebagai pangkalan operasi evakuasi dan pengumpulan korban Sriwijaya Air SJ182.

Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Kesiapsiagaan Basarnas Bambang Suryo Aji menyampaikan, operasi SAR ditunda sampai kondisi cuaca membaik. 

"Saat ini mereka juga sudah berada di atas perahu karet masing-masing menunggu cuaca kondusif. Dari pagi sampai saat ini cuaca belum mendukung," katanya.

Komentar