Instruktur Selam Profesional Dikerahkan ke Lokasi Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air
ASKARA - Puluhan penyelam profesional dari Indonesian Divers Rescue Team (IDRT) diberangkatkan oleh Basarnas ke lokasi jatuhnya pesawat Boeing 737-500 milik Sriwijaya Air di Perairan Pulau Seribu.
Pengerahan penyelam profesional ini menggunakan Kapal SAR Basudewa dari Terminal JICT 2, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Minggu pagi (10/1).
Hendrata Yudha, salah seorang instruktur selam menyebutkan, ada 15 orang penyelam yang tersedia. "Yang dikerahkan ke titik lokasi 8 penyelam, sisanya akan bergantian," tuturnya.
Dengan tingkat kesulitan operasi evakuasi di bawah air, para penyelam yang dikerahkan ini semuanya pada level instruktur.
"Level penyelaman ini termasuk sulit dan berbahaya, jadi hanya instruktur yang diizinkan untuk melakukan operasi," jelas Bayu Wardoyo, Komandan Regu IDRT.
Briefing yang dilakukan Basarnas menyebutkan, IDRT akan memperkuat penyelam Basarnas Special Group (BSG) yang telah lebih dulu menyisir lokasi.
Keberangkatan IDRT juga didampingi penyidik KNKT yang akan membantu mengidentifikasi penemuan barang yang terkait pesawat.
IDRT adalah komunitas penyelam profesional yang peduli dengan keselamatan dan operasi SAR bawah air. Sejak 10 tahun terakhir selalu menjadi mitra strategis Basarnas.

Komentar