Polisi Masih Selidiki Kebakaran SPBU Gara-gara Sinyal Ponsel
ASKARA - Polres Kota Pekanbaru masih menyelidiki kebakaran di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Jalan Ababil, Pekanbaru dengan dugaan sementara akibat sinyal ponsel seorang konsumen yang sedang mengisi bensin di tempat itu.
"Diduga api berasal dari frekuensi handphone yang berbunyi dari dalam mobil yang sedang melakukan pengisian BBM sehingga menimbulkan percikan api yang menyebabkan kebakaran," kata Kepala Polresta Pekanbaru Kombes Nandang Mu'min Wijaya, Sabtu (2/1).
Akibat kejadian itu, SPBU milik PT Pertamina Ritail di Jalan Ababil, Kecamatan Sukajadi ludes terbakar pada hari Jumat malam (1/1) pukul 23.55 WIB.
Selain membakar fasilitas SPBU, insiden itu turut menghanguskan sebuah mobil Avanza milik konsumen. Dalam kejadian ini, pengemudi mobil Avanza mengalami luka bakar.
"Pengemudi mobil Avanza bernama Muhammad Deni mengalami luka bakar di wajahnya," kata Kombes Nandang.
Dia menjelaskan, kronologi kejadian berawal saat petugas SPBU mengisi bensin jenis premium ke mobil korban Muhammad Deni.
Ketika nozel mesin pompa bensin dimasukkan ke tangki mobil tiba-tiba keluar api dari lubang tangki itu.
Seorang karyawan SPBU langsung memijit tombol darurat untuk menghentikan aliran besin dari pompa. Mereka segera mengambil racun api untuk memadamkan api namun api malah makin membesar.
"Setelah racun api digunakan, api makin besar dan tidak dapat dipadamkan," kata Kombes Nandang.
Tiga karyawan SPBU langsung meninggalkan lokasi untuk menyelamatkan diri dari kobaran api.
Sementara itu, pengemudi mobil Muhammad Deni yang mengalami luka bakar di wajah bisa selamatkan diri kemudian dibawa ke Rumah Sakit Ibnu Sina, Pekanbaru.
Karyawan SPBU lantas menghubungi Polsek Sukajadi. Selanjutnya, diteruskan ke pemadam kebakaran. Tiga mobil Pemadam Kebakaran Pekanbaru tiba sekitar 15 menit setelah laporan. Ketika itu api sudah membesar melalap bangunan SPBU dan mobil korban.
"Sekitar 30 menit kemudian, api dapat dipadamkan," kata Kombes Nandang.
Saat ini kondisi SPBU ditutup karena tidak bisa beroperasi. Di lokasi kejadian, polisi lalu memasang garis polisi untuk keperluan penyelidikan.
"Untuk kerugian materiil belum diketahui karena masih dihitung," demikian Kombes Nandang. (ant)

Komentar