Panic Buying BBM Takengon Menggila, Antrean SPBU Tembus Tiga Kilometer
ASKARA - Aksi panic buying bahan bakar minyak (BBM) melanda Kota Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, sejak Rabu (4/3) malam hingga Kamis (5/3) siang. Antrean panjang kendaraan mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) hingga mencapai sekitar tiga kilometer, memacetkan ruas-ruas jalan utama kota.
Tokoh muda Aceh Tengah, Zam Zam Mubarak, menyebut kepanikan masyarakat dipicu oleh pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang menyampaikan bahwa stok BBM nasional hanya cukup untuk 20 hari ke depan. Pernyataan tersebut disampaikan di Istana Presiden pada Senin (2/3), di tengah meningkatnya ketegangan konflik di Timur Tengah.
“Sejak tadi malam hingga siang ini masih macet, Pak. Antrean BBM di dua SPBU berbeda sisi jalan. Yang semalam macet, sekarang masih macet juga,” ujar Zam Zam kepada Askara, Kamis (5/3).
Ia menjelaskan, kemacetan tidak hanya terjadi di satu titik, melainkan di beberapa SPBU yang berada di jalur utama kota. Panjang antrean kendaraan diperkirakan mencapai tiga kilometer.
“Sekarang antrean SPBU sekitar tiga kilometer. Kemacetan makin parah karena terjadi di dua lokasi berbeda,” katanya.
Tidak hanya BBM, dampak kepanikan juga mulai dirasakan pada sektor kebutuhan pokok. Menurut Zam Zam, sejumlah komoditas sembako mulai sulit ditemukan di pasaran.
“Sekarang sembako juga sudah mulai langka di pasar,” ungkapnya.
Kondisi ini semakin memperberat situasi masyarakat Aceh Tengah yang sebelumnya juga menghadapi berbagai tekanan ekonomi pasca bencana di wilayah tersebut. Zam Zam menilai pola krisis yang terjadi menunjukkan kompleksitas persoalan ekonomi dan logistik di daerah.
“Pola bencana pasca bencana sangat kompleks. Pemerintah harus segera melakukan mitigasi ekonomi agar situasi tidak semakin memburuk,” tegasnya.
Ia mengaku saat ini tengah menyusun pemetaan wilayah rawan krisis untuk membantu perencanaan daerah siaga bencana dan ketahanan pangan di Aceh Tengah.
“Sekarang saya sedang membuat pemetaan untuk daerah siaga bencana dan ketahanan pangan, agar kondisi seperti ini bisa diantisipasi,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Takengon dilaporkan masih terjadi, sementara aparat setempat berupaya mengurai kemacetan dan menenangkan masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan.

Komentar