Senin, 08 Juni 2026 | 09:48
NEWS

Polisi: Senjata Laskar FPI Nonpabrikan, Asal Usulnya Tak Jelas

Polisi: Senjata Laskar FPI Nonpabrikan, Asal Usulnya Tak Jelas
Senjata diduga milik laskar FPI (Wartaekonomi.co.id)

ASKARA - Pihak kepolisian masih melakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan terkait bentrokan anggota Front Pembela Islam (FPI) dengan aparat di Jalan Tol Jakarta-Cikampek kilometer 50, Senin (7/12) dini hari WIB. 

Polisi mengemukakan fakta penggunaan senjata api (senpi) yang diduga milik laskar FPI itu dan digunakan ketika kontak tembak dengan polisi. Berdasar hasil uji balistik, dua pucuk senjata api itu merupakan senjata nonpabrikan.

"Kalau ahli balistik menyebutnya senjata nonpabrikan," kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian saat dikonfirmasi, Minggu (20/12).

Menurutnya, senjata api yang diduga digunakan laskar FPI tersebut berjenis Revolver dengan peluru kaliber 9 mm. Namun asal usul senjata tersebut tidak jelas. 

Saat ini, penyidik lebih mendalami pada dugaan pidana kepemilikan dan penggunaan senjata yang diduga digunakan laskar FPI tersebut. "Penyidik lebih fokus pada fakta penggunaannya. Kalau asal-usulnya tidak jelas," imbuhnya. 

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengatakan, senjata yang digunakan kelompok laskar khusus pengawal pimpinan FPI Rizieq Shihab merupakan senjata rakitan dengan menggunakan peluru tajam berkaliber 9 mm. 

"Senjata api rakitan dengan peluru tajam 9 mm. Sekarang sedang mendalami semua, mengumpulkan bukti-bukti yang ada termasuk juga kita lakukan olah TKP, uji balistik," kata dia, Selasa (8/12).

Yusri mengklaim mengantongi identitas pemilik senjata api. Yusri mengatakan senjata api itu kepunyaan dari salah seorang pengawal Rizieq Shihab yang meninggal dunia.

"Saya pertegas di sini bahwa senjata api kepemilikan pelaku yang melakukan penyerangan nanti kita akan kami jelaskan lagi, ini sedang dikumpulkan investigasi nanti akan disampaikan kalau sudah lengkap semuanya kepada seluruh teman-teman media yang ada," bebernya.

 

Komentar