Lihat, Aparat Juga Kerahkan 7.500 Personel Cadangan Amankan Demo 1812
ASKARA - Sebanyak lima ribu personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan demonstrasi 1812 dari Front Pembela Islam (FPI), Persaudaraan Alumni (PA) 212, dan beberapa kelompok lain yang menuntut dibebaskannya Habib Rizieq Shihab dari tahanan Polda Metro Jaya.
"Untuk kekuatan ada lima ribu personel kita turunkan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, Jumat (18/12).
Personel gabungan itu terdiri dari TNI-Polri dan unsur dari pemerintah daerah seperti Satpol PP, Dishub, hingga Damkar. Selain itu, ada sebanyak 7.500 personel cadangan yang disiapkan di luar dari 5.000 personel tersebut.
"Ada 7.500 yang kita siapkan cadangan. Cadangannya di mana? di Monas, di DPR juga di Polda serta di batalion-batalion oleh tentara," ungkap Yusri.
Sebelumnya, sebanyak 2.690 personel Brigade Mobil (Brimob) tambahan dikirimkan ke Polda Metro Jaya untuk pengamanan ibu kota. Tambahan ribuan personel itu berasal dari bawah kendali operasi (BKO) Brimob Nusantara.
“Jumlahnya 2.690 personel untuk pengamanan ibu kota. Saat ini mereka sudah sampai di Jakarta," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Argo Yuwono dalam keterangannya, Kamis (17/12).
Argo mengemukakan penambahan personel tersebut salah satunya bertujuan melakukan pengamanan aksi 1812 yang akan digelar kawasan Istana Merdeka. “Pengamanan aksi demo juga,” ungkap jenderal bintang dua itu.
Padahal polisi tidak mengeluarkan Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) atau izin aksi unjuk rasa tersebut. Alasannya menimbulkan kerumunan massa sehingga sangat berpotensi memunculkan klaster pandemi Covid-19.
"Polri tak memberikan izin keramaian atau unjuk rasa karena pandemi Covid-19," cetus Argo.

Komentar