Pilkada Lancar, Pemerintah Bersyukur Partisipasi Meningkat
ASKARA - Pemerintah bersyukur kecemasan bahwa pilkada bakal menjadi kluster besar penyebaran Covid-19 bisa diatasi. Setidaknya, jika melihat apa yang terjadi saat pemungutan suara pada 9 Desember kemarin.
"Kami bersyukur, alhamdulillah berhasil mengatasi kekhawatiran dan kecemasan yang dulu pilkada serentak ini dilaksanakan di dalam suasana covid," kata Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD usai rapat refleksi dan proyeksi Pilkada Serentak 2020 di Yogyakarta, Senin (14/12).
Menurut Mahfud MD, ada kekhawatiran jika pilkada tidak ditunda akan terjadi penularan sampai sebanyak tiga juta orang. Atau setidaknya 200 ribu orang terinfeksi. Namun hal itu bisa diatasi.
"Kita laksanakan dengan bismillah, semua saran kita tampung, kita siapkan protokol kesehatan. Dan alhamdulillah belum ada kasus bahwa kerumunan pilkada itu menjadi klaster baru," jelasnya.
Meski Covid-19 masih ada dan terus menyebar tapi justru penyebaran lebih banyak di daerah yang tidak menggelar pilkada.
Kendati demikian, pemerintah berterima kasih atas peringatan dari banyak pihak. Menurut Mahfud MD, bagaimanapun, yang khawatir itu dasarnya karena cinta kepada bangsa dan negara Indonesia.
"Tapi berdasar itu kami mengatur protokol kesehatan dengan baik dan tingkat partisipasi alhamdulillah, dulu partisipasi kita Pilkada Serentak 2015 itu adalah 69 persen, 69,02 persen. Ada anggapan kalau ada pilkada tahun ini akan turun menjadi 50, paling banyak 55 persen namun sekarang diklaim naik menjadi 75,83 persen," paparnya.
Menurut Mahfud MD, angka tersebut jauh lebih tinggi dari partisipasi tertinggi di pemilu Amerika Serikat sebanyak 69 persen.
"Kita sekarang melampaui menjadi 75,83 persen, hampir tujuh persen naiknya. Ini Alhamdulillah dan tahapan masih akan terus berlangsung," tuturnya.
Tidak lupa, pemerintah juga berterima kasih kepada seluruh ormas, LSM dan civil society yang secara objektif mengkritisi jalannya tahapan Pilkada Serentak 2020. Juga kepada Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah dan lainnya yang sudah menyatakan bersyukur atas keberhasilan ini.
"Syukur ini sungguh-sungguh kami panjatkan sebagai syukur yang sesungguhnya. Mari kita bersyukur, alhamdulillah," tandas Mahfud MD.

Komentar