Rabu, 17 Juni 2026 | 15:35
NEWS

Mungkinkah Pandemi Covid-19 Segera Berakhir?

Mungkinkah Pandemi Covid-19 Segera Berakhir?
Ilustrasi corona virus (Foto-iStockphoto)

ASKARA - Tanda akan berakhirnya pandemi Covid-19 belum terlihat. Upaya penanggulangan masih terus dilakukan setelah sembilan bulan diterjang wabah yang disebut berasal dari Wuhan, Tiongkok itu. 

Sejak kasus Covid-19 pertama diumumkan pada Maret 2020, situasi pandemi di Indonesia belum terkendali dan penambahan jumlah kasus harian terus mengalami peningkatan. 

Negara di setiap benua telah terinfeksi virus jenis SARS COV-2 itu dan benua Asia jadi yang terbanyak memiliki jumlah kasus positif Covid-19.

Rektor Universitas Indonesia (UI), Prof Ari Kuncoro menyebutkan, semua pihak terus berupaya mempelajari karakter virus Corona. Di sisi lain, dia mempertanyakan bagaimana dunia bisa sampai kembali ke normal. 

"Asia sebagai benua paling terinveksi (Covid-19). Setiap hari ada penambahan. Masih belum ada tanda-tanda kapan pandemi berhenti. Kami semua bertanya kapan akan berhenti pandemi Covid-19," ujarnya saat diskusi virtual Notes on Covid-19 Handling in Indonesia and Asia Online seminar series 38 Internasional: Management of pandemic in Indonesia, Sabtu (12/12) lalu.

"Bagaimana kita menyudahi dan kapan akan mungkin untuk segera mengakui kapan ini akan berhenti. Manusia harus belajar banyak dan mempelajari karakter virus," sambungnya. 

Sejumlah negara di dunia pun menanggapi pandemi Covid-19 dengan beragam cara. Seperti memahami faktor risiko dan sifat transmisi virus.

"Beberapa bagian masih bingung tentang apa yang harus dilakukan, kita harus melihat keseluruhan, saat kita mencoba memperhatikan, untuk melakukan beberapa cara dan kita mengambil apa yang masih sesuai untuk negara kita," tutur Prof Ari. 

Covid-19 bukan pandemi pertama dialami Indonesia. Tercatat dari sejarah, Indonesia pernah menghadapi wabah penyakit pada 1900-an saat masih bernama Hindia Belanda yaitu, Flu Spanyol. Dia meyakini Indonesia dapat melalui musibah bencana non alam tersebut. 

"Kami percaya kita dapat melewati pandemi ini, seperti bagaimana kita melewati berbagai pandemi lainnya," tandas Prof Ari. 

Pemerintah kini tengah berjuang untuk menyediakan vaksin Covid-19. Serta berupaya mengelola vaksinasi dari pendanaan, pengadaan, distribusi termasuk hubungan dan elaborasi antar kementerian dan lembaga, dilakukan secara komprehensif. 

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik, Siti Nadia Tarmizi mengatakan, vaksinasi harus mendapat persetujuan penggunaan pada masa darurat (Emergency Use Authorization – EUA) dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) serta sertifikat kehalalan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Bahwa pada prinsipnya kita masih menunggu persetujuan BPOM dan tentunya laporan akhir dari uji klinis bersama Universitas Padjajaran," terang Nadia. 

Kemudian sesuai dengan yang direkomendasikan Indonesia Technical Advisory Group for Immunization (ITAGI), secara general bahwa vaksinasi akan diprioritaskan kepada tenaga kesehatan dan garda terdepan lainnya. 

"Yakinlah bahwa pemerintah dalam melakukan vaksinasi nasional akan
mengkaji mempertimbangkan banyak hal untuk berkoordinasi dan mendengarkan para ahli terkait pilihan vaksin dan vaksinasi yang akan kita lakukan," jelas Nadia. 

"Pak Menkes sudah memberikan jaminanan untuk vaksin yang dipilih vaksin yang aman, bermutu dan memiliki efektivitas," tandasnya. 

Di Indonesia sendiri, para peneliti sedang mengembangkan Vaksin Merah Putih dengan menggunakan strain virus Indonesia.

Komentar