Kamis, 04 Juni 2026 | 11:57
NEWS

Kronologi Lengkap Insiden Tewasnya Laskar Versi FPI

Kronologi Lengkap Insiden Tewasnya Laskar Versi FPI
Sekretaris Umum FPI Munarman. (JPNN)

ASKARA - FPI menyampaikan kronologi lengkap terkait insiden yang menyebabkan enam anggotanya tewas setelah bentrok dengan polisi di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 50, Senin dini hari (7/12).

Kronologi versi FPI ini diutarakan untuk menjelaskan rangkaian fakta-fakta peristiwa yang terjadi. Sehingga tidak ada framing seolah ada serangan dari laskar pengawal Rizieq Shihab (IB HRS).  

Berikut kronologinya:

Pada, Minggu (6/12) pukul 22.45 WIB IB-HRS dan keluarga keluar dari Perumahan The Nature Mutiara Sentul, Bogor masuk ke Tol Jagorawi arah Jakarta lalu via Tol Lingkar Luar Cikunir ambil arah Cikampek. 

Mereka menuju tempat pengajian keluarga sekaligus peristirahatan dan pemulihan kesehatan di Karawang. Rombongan IB HRS terdiri dari delapan mobil yakni ada empat mobil keluarga IB HRS dan empat mobil laskar FPI sebagai tim pengawal. 

Rombongan keluarga terdiri dari IB HRS, menantu, satu ustaz keluarga dan tiga sopir. Kemudian 12 wanita dewasa, tiga bayi dan enam balita. Serta laskar FPI sebanyak 24 orang dalam empat mobil, tiap mobilnya enam orang laskar termasuk sopir. 

Semenjak keluar dari Perumahan The Nature Mutiara Sentul rombongan diikuti mobil Avanza hitam dengan Nopol B 1739 PWQ dan Avanza silver dengan nopol B xxxx KJD serta beberapa mobil lainnya.

"Para saksi dari tim pengamanan IB dan keluarga mengatakan semua mobil tersebut sudah stand by selama dua hari di dekat Perumahan The Nature Mutiara Sentul, dan di dalamnya ada beberapa orang menggunakan masker," kata Sekretaris Umum FPI Munarman dalam keterangannya, Selasa (8/12).

Selama perjalanan di tol ada upaya-upaya dari beberapa mobil yang ingin mepet dan masuk ke dalam konvoi rombongan IB HRS. Tentu sebagai tim pengawal dan pengaman, respons dari tim mengamankan rombongan IB HRS dan keluarga. Caranya menjauhkan mobil para pengganggu agar tidak masuk ke dalam rombongan keluarga IB HRS dan tidak melakukan manuver mepet ke mobil rombongan keluarga IB HRS. 

"Kami ingatkan, selama manuver menyalip, memepet dan upaya memecah konvoi rombongan IB HRS tersebut. Pihak aparat berpakaian preman tersebut tidak ada dan tidak pernah menunjukkan identitas dan perilaku sebagai aparat hukum," kata Munarman. 

Pada pukul 00:10 WIB setelah pintu keluar Tol Karawang Timur ada tiga mobil penguntit yaitu Avanza hitam B 1739 PWQ, Avanza silver B xxxx KJD dan Avanza putih nopol K xxxx EL berusaha masuk ke dalam konvoi, memepet, mengintai dan mengikuti rombongan IB HRS.

"Dari pihak keluarga, Habib Hanif terus memandu semua rombongan agar waspada dan hati hati," ujar Munarman.

Tiga mobil penguntit tersebut berhasil dijauhkan oleh dua mobil berisi laskar yang posisinya paling belakang, salah satunya Chevrolet dengan nopol B 2152 TBN Green Metalic yang memuat enam laskar khusus bertugas pengawalan dari Jakarta.

Dalam hal ini, dua mobil laskar pengawal dengan posisi paling belakang rombongan berhasil menjauhkan para penguntit dan pengganggu tersebut. 

"Sehingga rombongan keluarga IB HRS berhasil menjauh dari para penguntit dan pengganggu yang menggunakan tiga mobil," tutur Munarman. 

Enam orang laskar yang ada dalam mobil Chevrolet sampai Senin siang tidak dapat dihubungi dan tidak diketahui keberadaannya.

Berikut identitas laskar FPI yang tewas:

1. Andi Oktiawan, tempat/tanggal lahir Jakarta 29 Oktober 1987
2. Ahmad Sofiyan/Ambon, Jakarta 6 Juli 1994
3. Faiz Ahmad Syukur/Faiz, 15 September 1998
4. Muhammad Reza/Reza, Jakarta 7 Juni 2000
5. Lutfi Hakim, 27 September 1996
6. Muhammad Suci Khadavi, kelahiran tahun 1999.

Kepala Polda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menjelaskan, bentrokan antara aparat dengan laskar FPI terjadi pada Senin dini hari pukul 00.30 WIB di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 50. 

Kejadian berawal saat petugas menyelidiki informasi soal pengerahan massa saat akan dilakukan pemeriksaan terhadap Rizieq Shihab di Mapolda Metro Jaya.

"Ketika anggota Polda Metro Jaya mengikuti kendaraan yang diduga adalah pengikut HRS. Kendaraan petugas dipepet lalu kemudian diserang dengan menggunakan senjata api dan senjata tajam," katanya.

Menurut Irjen Fadil Imran, ada 10 orang melakukan penyerangan tetapi setelah yang enam tewas, empat lainnya melarikan diri.

Tidak ada korban jiwa maupun luka dari pihak kepolisian, hanya kerugian materi yaitu satu mobil rusak akibat benturan serta terkena tembakan dari kelompok yang melakukan penyerangan.

Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut dan melakukan pengejaran pelaku lainnya. 

Komentar