Selasa, 09 Juni 2026 | 04:37
NEWS

Desa Wisata Disarankan Gali Potensi Alam dan Budaya

Desa Wisata Disarankan Gali Potensi Alam dan Budaya
Ilustrasi. (Voltras)

ASKARA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menyarankan, program Pendampingan Desa Wisata yang bekerja sama dengan perguruan tinggi mampu menggali dan mengangkat potensi sumber daya alam maupun budaya lokal. 

Dia berharap aktivitas ekonomi desa dapat semakin menggeliat dan meningkat manfaatnya, terutama bagi para pelaku parekraf dan masyarakat desa.  

"Melalui pendampingan desa wisata ini, kami menaruh cita-cita besar agar aktivitas perekonomian dan semakin menggeliat pasca pandemi," ujar Wishnutama dalam keterangannya, Kamis (3/12).

Wishnutama menjelaskan, pihaknya telah melakukan restrategi kepariwisataan yaitu dari pariwisata berdasar kuantitas menuju pariwisata berkualitas. 

"Saya melihat kita sudah punya kekuatan besar untuk menyediakan pengalaman otentik kepada wisatawan yaitu lewat desa wisata," ujarnya. 

Setelah pandemi, diyakini pariwisata berkualitas merupakan masa depan sektor pariwisata Indonesia. Pariwisata berkualitas konsep pariwisata memberikan pengalaman berbeda, unik, dan tidak ada di tempat asalnya. 
 
"Ke depan, wisatawan cenderung memilih berlibur ke tempat berkualitas, memiliki keunikan tersendiri, aman dari Covid-19 dan berkomitmen menerapkan protokol CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability)," jelas Wishnutama. 

Kemenparekraf telah mencanangkan target 205 Desa Wisata Mandiri pada 2024. Program ini membutuhkan kerja sama yang intensif antara Pemerintah Pusat, Daerah, perguruan tinggi, industri dan masyarakat desa.
 
"Besar harapan saya, program pengembangan bisa terus terlaksana secara konsisten. Desa wisata ini akan menjadi suatu wajah baru, wajah segar dari pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia," kata Wishnutama.
 
Kemenparekraf juga memberikan apresiasi kepada 20 perguruan tinggi yang melakukan pelatihan dan pendampingan. Tercatat pada peringkat satu ada Sekolah Tinggi Pariwisata Riau yang melakukan pelatihan dan pendampingan di Koto Masjid. 

Kemudian secara berurutan Akademi Pariwisata Mandala Bhakti di Desa Wisata Lembah Dongde-Desa Gentungan Karang Anyar, Jawa Tengah serta Universitas Negeri Jakarta di Desa Cisaat Subang, Jawa Barat.

Komentar