Kamis, 04 Juni 2026 | 09:12
NEWS

Menteri Johnny Ajak Difabel Wujudkan Transformasi Digital Inklusif

Menteri Johnny Ajak Difabel Wujudkan Transformasi Digital Inklusif
Ilustrasi. (Quipper)

ASKARA - Kementerian Komunikasi dan Informatika kembali menggelar Kompetisi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Nasional untuk penyandang disabilitas. 

Menurut Menteri Kominfo Johnny G. Plate, kompetisi ini menjadi langkah afirmatif untuk mengajak kalangan difabel turut andil mewujudkan transformasi digital Indonesia.

"Menghadiri kegiatan keberpihakan, menunjukkan rasa empati dan mengajak serta kaum difabel Indonesia mengambil bagian secara konkret dalam transformasi digital Indonesia," ujarnya dalam pembukaan Kompetisi TIK Nasional untuk Disabilitas di Jakarta, Sabtu (28/11).

Johnny mendorong peserta kompetisi dan seluruh masyarakat selalu semangat untuk terus menjaga asa di masa pandemi Covid-19. Mengingat, saat ini Indonesia sedang memasuki era transformasi digital yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan nasional untuk menyongsong visi besar Indonesia Maju 2045. 

"Pemerintah Indonesia meyakini transformasi digital bukan hanya mengenai pembangunan infrastruktur fisik, melainkan juga menyoal teknologi dapat menjadi katalis peningkatan kapasitas masyarakat secara inklusif dan humanis," jelasnya.

Program itu memperluas kesempatan dan mengembangkan eksosistem transformasi yang lebih inklusif. Karena itu, Johnny mengapresiasi semua pihak yang ikut mendukung kompetisi.

"Saya mengapresiasi semua pihak yang telah bekerja keras dalam penyelenggaraan kompetensi ini dan berharap agar kompetensi dapat berjalan lancar," katanya.

Sebelumnya, Kementerian Kominfo telah mengadakan pelatihan sebanyak dua kali pada 2016 dan 2017 dengan masing-masing 500 peserta. 

Tahun ini, pelatihan kembali diadakan secara daring dengan jumlah peserta hingga 1600 orang dan menjangkau pulau-pulau terluar. 

Dari 291 orang yang mengikuti pelatihan berasal dari desa-desa tertinggal, terdepan dan terluar atau yang dikenal wilayah 3T. Dan 19 orang di antaranya yang meminta asistensi khusus terkait jaringan internet atau hanya 19 dari 291 orang.

Komentar