Minggu, 07 Juni 2026 | 09:32
NEWS

Harga Bahan Pokok Stabil Jelang Natal dan Tahun Baru

Harga Bahan Pokok Stabil Jelang Natal dan Tahun Baru
Ilustrasi. (Dok. Republika)

ASKARA - Menteri Perdagangan Agus Suparmanto memastikan harga bahan pokok menjelang perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 dalam kondisi stabil dengan pasokan tercukupi.

"Secara umum harga bapok (bahan pokok) di Bali, khususnya Pasar Badung relatif stabil dan pasokannya cukup. Kenaikan harga hanya terjadi untuk komoditas daging ayam ras yang naik delapan persen menjadi Rp 38 ribu per kilogram dari Rp 35 ribu per kilogram," jelasnya lewat konferensi pers virtual, Kamis (26/11).

Pada kunjungannya ke Pasar Badung, Agus melakukan tinjauan untuk mengantisipasi permintaan, khususnya menjelang Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.

Di Pasar Badung, beras medium dijual dengan harga Rp 11.000 per kilogram, beras premium Rp 12.000 per kilogram, gula pasir Rp 13.000 per kilogram, minyak goreng curah Rp 12.000 per liter, minyak goreng kemasan Rp 14.000-15.000 per liter, dan terigu Rp 9.000 per kilogram.

Kemudian, telur ayam ras Rp 24.000 per kilogram, bawang merah Rp 30.000 per kilogram, bawang putih Rp 25.000 per kilogram, cabai merah keriting Rp 30.000 per kilogram, cabai merah besar Rp 30.000 per kilogram, cabai rawit merah Rp 35.000 per kilogram, dan daging sapi Rp 110.000 per kilogram.

Pada kesempatan tersebut, Agus juga menegaskan bahwa Kementerian Perdagangan akan terus melakukan penguatan pasar rakyat, baik fisik maupun nonfisik. Salah satu upaya nonfisik melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia di pasar rakyat, terutama pedagang melalui program sekolah pasar.

"Sekolah pasar merupakan salah satu upaya revitalisasi nonfisik yang dilakukan Kementerian Perdagangan sebagai media pembelajaran bagi pedagang yang bertujuan untuk menambah pengetahuan serta kompetensi pedagang. Selain itu, sekolah pasar menjadi momen untuk para pedagang agar selalu menjaga protokol kesehatan di pasar rakyat," jelasnya.

Agus menyampaikan, sekolah pasar merupakan salah satu program Kementerian Perdagangan dalam menggiatkan pasar rakyat. Sekolah pasar dirancang untuk mendekatkan fasilitas perbankan kepada pedagang. Selain itu, program ini dirancang agar pedagang pasar rakyat dapat menerapkan pola hidup bersih, menjaga lingkungan, menata dagangan dengan baik, melayani konsumen dengan ramah sehingga dapat bersaing dengan pasar modern, serta dapat meningkatkan perekonomian daerah.

"Kami mendorong pemerintah daerah dapat menduplikasi program ini di pasar rakyat wilayahnya. Program sekolah pasar memerlukan dukungan pemerintah daerah dan para pemangku kebijakan lainnya agar berkembang lebih cepat," jelasnya. (ant)

Komentar