Selasa, 09 Juni 2026 | 23:06
NEWS

Sesalkan Ulah Edhy Prabowo, Ruhut Sitompul Khawatir dengan Prabowo Subianto

Sesalkan Ulah Edhy Prabowo, Ruhut Sitompul Khawatir dengan Prabowo Subianto
Ruhut Sitompul (Beritasatu.com)

ASKARA - Politisi PDI Perjuangan, Ruhut Sitompul menyayangkan ulah Edhy Prabowo yang bermain-main dengan perizinan ekspor baby lobster, hingga terkena operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

"Ya sangat disayangkan peristiwa ini bisa terjadi karena kita tahu Gerindra kan namanya sekarang lagi naik. Apalagi Pak Prabowo ketua umum, salah satu calon presiden yang diperhitungkan di 2024," kata Ruhut, Kamis (26/11).

Mantan Anggota Komisi III DPR ini juga menyinggung bagaimana kedekatan antara Prabowo Subianto dengan Edhy Prabowo.

Menurut Ruhut, Prabowo merupakan tokoh yang membesarkan Edhy Prabowo hingga bisa menjadi orang besar dan menjabat menteri di pemerintahan Presiden Jokowi.

Karena itu, dia menyarankan agar Partai Gerindra segera melakukan konsolidasi ke dalam. Ruhut mengaku khawatir kasus OTT Edhy Prabowo membuat elektabilitas Menteri Pertahanan Prabowo Subianto sebagai kandidat Capres 2024 anjlok.

"Karena apabila tidak (segera konsolidasi), survei Pak Prabowo yang selama ini di atas, dikhawatirkan akan turun. Begitu juga partainya," ujar mantan politikus Partai Demokrat ini. 

"Karena kita tahu selama ini, Gerindra ini partai yang dikenal bersih. Eh, tetapi karena nila setitik rusak susu sebelanga, ulah daripada Edhy Prabowo," lanjut Ruhut.

Menanggapi pernyataan kader Gerindra Arief Poyuono yang menyebut cita-cita Prabowo jadi presiden sudah tamat dengan penangkapan Edhy, Ruhut mengaku belum sependapat.

"Saya rasa karier daripada Pak Prabowo belum mati, karena politik itu last minute," jawab Ruhut. 

Untuk itu dia menyarankan agar jajaran Partai Gerindra segera melakukan konsolidasi internal, sehingga apa yang dikatakan Arief Poyuono sebagai mantan wakil ketua umum di partai itu tidak terjadi. 

"Itu yang saya minta, segeralah Gerindra konsolidasi. Harus segera. Kalau tidak, apa yang dikatakan Poyuono ya bisa terjadi. Apalagi Poyuono kan salah satu kader Gerindra, dia baik, dia bersih, tetapi sekarang dia tersisihkan," pungkas Ruhut. (jpnn)

Komentar