Rabu, 17 Juni 2026 | 21:27
NEWS

Gunung Merapi Siaga Warga 3 Desa Mengungsi, Ganjar Pranowo: Warga Sudah Terbiasa

Gunung Merapi Siaga Warga 3 Desa Mengungsi, Ganjar Pranowo: Warga Sudah Terbiasa
Warga Magelang mengungsi (Dok BPBD Magelang)

ASKARA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang telah mengevakuasi sebanyak 607 warga setelah status Gunung Merapi dinaikkan ke level Siaga, Jumat (6/11). 

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengapresiasi para warga yang bersedia mengungsi ke tempat lebih aman. Para warga diminta tetap waspada dan tidak perlu panik. Serta selalu mengikuti arahan dari petugas.

"Masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap waspada. Saya kira masyarakat sudah terbiasa dengan kondisi semacam ini," kata Ganjar di lokasi pengungsian, Jumat (6/11).

Ganjar juga mengajak berdialog para warga di pengungsian agar tidak panik dan mencairkan suasana. Sebagian warga mengaku pelayanan dan fasilitas di pengungsian suda baik. "Di sini nyaman,” celetuk seorang warga kepada Gubernur Ganjar.

Adapun keseluruhan warga yang dievakuasi tersebut berasal dari tiga desa yang masuk dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) III, yakni Desa Krinjing, Desa Paten dan Desa Ngargomulyo di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang.

Rinciannya warga Desa Krinjing yang diungsikan adalah 42 balita, 36 lansia, 3 ibu hamil, 41 ibu menyusui dan 2 disabilitas sehingga totalnya adalah 124 warga.

Selain itu, warga Desa Paten yang tinggal di Dusun Babadan I dan Babadan II telah diungsikan ke Desa Banyurejo dan Desa Mertoyudan, Kecamatan Mertoyudan. Total pengungsi sementara 356 orang warga kelompok rentan.

Selanjutnya, ada sebanyak 127 warga kelompok rentan dari Desa Ngargomulyo yang diungsikan ke empat titik pengungsian, yakni Gedung NU Ketaron, Gedung Futsal Tejowarno, Gedung PPP Prumpung dan PAY Muhammadiyah.

Sebelumnya, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menaikkan status aktivitas Gunung Merapi dari level II atau Waspada menjadi level III atau Siaga pada Kamis (5/11) pukul 12.00 WIB.

Adapun berdasarkan pemetaan wilayah, tingkat desa dan kecamatan yang masuk dalam KRB III dan harus segera mendapat penanganan adalah Ngargomulyo, Krinjing dan Paten di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang.

Desa Tlogolele, Klakah dan Jrakah di Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali dan Tegal Mulyo, Sidorejo dan Balerante di Kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Kemudian wilayah administrasi desa yang masuk di dalam prakiraan daerah bahaya di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yaitu Glagaharjo, Kepuharjo dan Umbulharjo yang berada di Kecamatan Cangkringan, Sleman.

Komentar