Rabu, 17 Juni 2026 | 23:22
NEWS

2 Pengemudi Moge Kembali Jadi Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI, Ini Perannya

2 Pengemudi Moge Kembali Jadi Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI, Ini Perannya
Pengeroyokan TNI (Posmetro-Medan)

ASKARA - Pihak kepolisian dari Polda Sumatra Barat, kembali menetapkan 2 orang sebagai tersangka dalam pengeroyokan dua orang anggota TNI aktif di Kota Bukittinggi, persisnya di Simpang Tarok, Jumat (30/10) sore.

Kepala Bidang Humas Polda Sumatra Barat, Kombes Stefanus Satake mengungkapkan, dua tersangka baru itu adalah Heriyanto Sudarmadi (48) dan Jhavier Alhavis Daffa (26).

Dikatakan Stefanus, Heriyanto memiliki peranan dengan melakukan pemukulan terhadap korban sebanyak tiga kali. Hal tersebut pun diungkap oleh keterangan saksi dan rekaman CCTV.

"Tersangka atas nama Heriyanto S, panggilan Adek melakukan pemukulan terhadap korban Mistari sebanyak tiga kali," ucap Stefanus dalam keterangannya, Minggu (1/11).

Baca juga: CCTV Pengeroyokan Dua Anggota TNI, Pelaku Lebih dari Dua Orang

Hal yang sama juga dilakukan oleh Jhavier Alhavis Daffa. Menurut keterangan saksi, ia pun melakukan sejumlah pukulan terhadap dua orang korban.

"Berdasarkan keterangan dari saksi, Angga, melakukan pemukulan terhadap korban Mistari dan Yusuf dan dikuatkan oleh video CCTV yang didapat dari toko di TKP," ungkapnya.

Dengan demikian, polisi telah menetapkan sebanyak empat orang tersangka dari rombongan moge atas kasus pengeroyokan terhadap dua anggota TNI tersebut dan ditahan di rutan Polres Bukittinggi.

Sebelumnya, menukil akun Instagram @infokomando, pengeroyokan anggota TNI oleh sejumlah pengendara moge dipicu rangkaian konvoi moge yang melintas di Jalan Dr. Hamka, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, Sumatra Barat.

Secara bersamaan dua prajurit bernama Serda Yusuf dan Serda Mistari sedang berboncengan dengan sepeda motor. 

Keduanya yang mendengar suara sirene mobil patwal pengawalan rombongan moge Harley Davidson langsung meminggirkan kendaraan dan memberikan jalan kepada konvoi yang diketahui berasal dari Harley Owners Group (HOG) Siliwangi Bandung Chapter.

Baca juga: Tragedi Pengeroyokan Dua Prajurit Oleh Geng Motor Gede, Masyarakat Bukittinggi Tidak Terima

Setelah rangkaian konvoi habis, Serda Yusuf dan Serda Mistari melanjutkan perjalanan menuju Makodim namun dari belakang datang sejumlah pengedara moge yang tertinggal rombongan dan menggeber motornya sehingga menyebabkan Serda Yusuf terkejut dan hampir jatuh. 

Serda Yusuf kemudian mengejar dan memberhentikan salah satu pengendara moge tersebut. Namun setelah berhenti, rombongan pengendara moge justru berbalik mengejar dan melakukan pengeroyokan terhadap Serda Yusuf dan Serda Mistari.

Saat dipukuli, Serda Yusuf dan Serda Mistari menyampaikan bahwa mereka adalah anggota TNI. Namun hal tersebut tidak didengar dan diancam akan ditembak oleh anggota geng motor HOG Bandung.

Komentar