Senin, 08 Juni 2026 | 06:44
NEWS

Kali Krukut Dikeruk untuk Antisipasi Banjir

Kali Krukut Dikeruk untuk Antisipasi Banjir
(Antara/Sudin SDA Jaksel)

ASKARA - Suku Dinas Sumber Daya Air Kota Jakarta Selatan melakukan pengerukan Kali Krukut untuk mengantisipasi terjadinya banjir.

Kepala Sudin SDA Jaksel Mustajab mengatakan, pihaknya tengah mengebut pengerjaan pengerukan Kali Krukut hingga satu pekan ke depan.

"Insha Allah satu minggu ini pengerukan Kali Krukut di sekitar Cilandak selesai kita kerjakan," katanya, Kamis (29/10).

Mustajab menyebutkan, pengerukan Kali Krukut di Cilandak ini mulai dikerjakan dari Kamis 8 Oktober dan perkirakan selesai awal November 2020.

Lokasi pengerukan berada di dekat Perumahan Bangun Cipta Sarana, Kemang Selatan XII dengan panjang aliran gang keruk sepanjang 500 meter.

"Pengerukan kita lakukan di wilayah hilir Kali Krukut di Perumahan Bangun Cipta Sarana sampai perbatasan Jembatan Kemang Selatan XII," jelasnya.

Menurut Mustajab, pengerukan awal ini dilakukan di lokasi tersebut karena aksesnya menuju Kali Krukut masih terbuka, tidak banyak bangunan yang menghambat sehingga alat berat milik Sudin SDA bisa diturunkan ke dasar kali. Sudin SDA Jaksel mengerahkan tiga unit alat berat terdiri atas mini amfibi eskavator dua unit dan satu spider eskavator.

"Karena akses di perumahan Bangun Cipta Sarana ini lahannya kosong, ada lahan pertamanan dan akses menurunkan alat mudah, makanya kami awali pengerukan di sini," kata Mustajab.

Mustajab menjelaskan, sejak dilakukan pengerukan Kali Krukut di segmen Cilandak terdapat perubahan signifikan seperti kedalaman kali yang tadinya 1,5-2 meter kini menjadi tiga meter, begitu juga dengan lebar kali yang tadinya empat meter kini menjadi delapan meter.

Warga setempat merasakan dampak signifikan dengan adanya pengerukan di Kali Krukut kawasan hilir tersebut. Biasanya, ketika ada kiriman air dari kawasan hulu seperti Depok permukiman warga di Perumahan Bangun Cipta Sarana sering terendam air setinggi 40 centimeter.

"Kemarin saya ketemu pak RW dan tokoh masyarakat setempat, mereka mengatakan setelah dikeruk air kiriman yang masuk pemukiman warga sudah turun, biasanya 40 centimeter sekarang 10-15 centimeter saja," katanya.

Menurut Mustajab, Kali Krukut yang membentang di wilayah Jaksel kurang lebih sepanjang 16 kilometer membutuhkan pengerukan karena kondisinya sebagai kali alam sudah mengalami sedimentasi.

Upaya pengerukan Kali Krukut terhalang oleh lokasi karena sudah banyak bangunan yang berdiri di pinggiran kali sehingga menyulitkan alat berat untuk masuk ke kali.

Sejumlah wilayah yang sering tergenang banjir akibat luapan Kali Krukut seperti di Jalan Kemang Raya, Kelurahan Bangka, Jalan Kemang Selatan X, Jalan Pondok Jaya, dan Jalan Pulo Raya di Kelurahan Petogogan.

"Hampir semua aliran Kali Krukut mulai perbatasan Depok sampai Jakarta Pusat perlu pengerukan terutama di Petogogan tapi akses terkendala karena banyak bangunan di sepanjang aliran kali," demikian Mustajab. (ant)

Komentar